Nganjuk, PING – KrisnaNusantara – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menunjukkan kepedulian terhadap keluarga pekerja yang meninggal dengan menyerahkan manfaat Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan. Penyerahan simbolis ini dilakukan oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, dalam rangka Hari Pelanggan Nasional 2026, pada Jumat (4/9/2026).
Penyerahan ini mencerminkan sinergi antara Pemkab Nganjuk dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja dan keluarganya, terutama saat pencari nafkah meninggal.
Mas Handy juga bertemu langsung dengan keluarga ahli waris. Saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya peserta dan menguatkan keluarga agar tetap tegar setelah kehilangan kepala keluarga.
“Semoga keluarga besar diberikan ketabahan, dan kita doakan almarhum husnul khatimah,” ujar Mas Handy. Ia menekankan bahwa santunan yang diberikan tidak dapat menggantikan sosok yang telah pergi. Manfaat ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan mendukung kelangsungan hidup.
“Nominalnya tidak bisa menggantikan, tapi setidaknya dapat membantu.” “Jangan merasa sendiri. Kami, pemerintah daerah, Pak Camat, Pak Lurah, dan BPJS selalu siap membantu Anda,” tegasnya.
Mas Handy memberikan perhatian khusus pada pendidikan anak almarhum dan memastikan keluarga tidak khawatir tentang biaya pendidikan, berkat beasiswa untuk anak ahli waris sesuai program BPJS Ketenagakerjaan.

“Jangan khawatir soal biaya sekolah. Ada beasiswa untuk Mas dan adiknya hingga selesai pendidikan,” ujarnya. Mas Handy mendorong anak pertama keluarga yang kini kelas 2 SMK untuk mempersiapkan cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, menanyakan minatnya dan memberikan motivasi meski telah kehilangan ayah.
“Mulai sekarang, pikirkan di mana ingin kuliah. Untuk kelistrikan, bisa pilih teknik atau kejuruan keteknikan.” “Jika ingin yang lain, tidak masalah, yang penting kamu nyaman,” kata Mas Handy.
Ia berpesan agar keluarga menjaga komunikasi dengan pemerintah desa dan kecamatan jika menghadapi kendala di masa depan. Pemerintah seharusnya hadir tidak hanya saat memberi bantuan, tetapi juga untuk mendampingi keluarga yang membutuhkan.
“Jika ada masalah, ada Pak Lurah dan Pak Camat.” “Jangan khawatir, sampaikan jika ada kendala,” pesannya. Mas Handy menekankan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan penting bagi pekerja dan keluarga karena risiko kerja dapat muncul kapan saja. Oleh karena itu, perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan harus didorong agar lebih banyak pekerja terlindungi.
Harpelnas 2026 di Nganjuk mengusung semangat Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan. Selain penyerahan manfaat JKM, BPJS Ketenagakerjaan Nganjuk memperkuat pelayanan bagi peserta dan mendorong perlindungan untuk pekerja sektor informal.
Mas Handy menganggap kehadiran pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan di tengah keluarga ahli waris sebagai bukti bahwa perlindungan sosial lebih dari sekadar pemberian manfaat. Dukungan ini diharapkan dapat membantu keluarga bangkit dan menjaga masa depan anak-anak.
“Bapak sudah banyak berbuat di sini. Mungkin sekarang beliau mengirimkan hadiah untuk Ibu dan Mas.” Kita doakan beliau husnul khatimah. Jangan sedih atau khawatir. “Kami dekat Ibu,” kata Mas Handy.









