<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asal Usul &#8211; Krisna Nusantara</title>
	<atom:link href="https://krisnanusantara.com/asal-usul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://krisnanusantara.com</link>
	<description>Media Online Nasional</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2026 04:47:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2023/11/favicon-krisna-nusantara-100x75.png</url>
	<title>Asal Usul &#8211; Krisna Nusantara</title>
	<link>https://krisnanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seabad Nahdlatul Ulama: Menjaga Tradisi, Merawat Persatuan Bangsa</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/seabad-nahdlatul-ulama-menjaga-tradisi-merawat-persatuan-bangsa/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/seabad-nahdlatul-ulama-menjaga-tradisi-merawat-persatuan-bangsa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 04:47:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#Krisna Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#menjaga tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[#NahdlatulUlama]]></category>
		<category><![CDATA[#seabad NU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=5832</guid>

					<description><![CDATA[KrisnaNusantara.com      Nahdlatul Ulama (NU) telah memasuki...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KrisnaNusantara.com <a href="https://krisnanusantara.com/">    </a> Nahdlatul Ulama (NU) telah memasuki usia satu abad sebagai organisasi keagamaan yang memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Indonesia. Didirikan pada 31 Januari 1926, NU tumbuh dan berkembang tidak hanya sebagai organisasi keislaman, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan, budaya, dan persatuan. Peringatan seabad NU menjadi momentum refleksi atas kiprah panjang organisasi ini dalam merawat Islam yang moderat serta kontribusinya bagi kehidupan sosial masyarakat.</p>
<p><img decoding="async" src="https://assets.pikiran-rakyat.com/crop/120x84:1080x763/720x0/webp/photo/2026/01/13/2695846022.jpg" alt="Link download logo harlah NU 2026 format PNG PDF PSD gratis untuk persiapan poster Harlah 1 Abad NU tahun 2026 versi masehi lengkap." title="Seabad Nahdlatul Ulama: Menjaga Tradisi, Merawat Persatuan Bangsa 3"><a href="https://beritadiy.pikiran-rakyat.com/citizen/pr-709929447/link-download-logo-harlah-nu-2026-format-png-psd-cdr-pdf-persiapan-harlah-1-abad-nu-versi-masehi-gratis" target="_blank" rel="noopener">poster Harlah 1 Abad NU tahun 2026 versi masehi</a></p>
<p>Nahdlatul Ulama didirikan oleh para ulama pesantren, dengan tokoh sentral KH. Hasyim Asy’ari, sebagai respons atas kebutuhan umat Islam dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di tengah perubahan zaman. Sejak awal berdirinya, NU menempatkan diri sebagai organisasi yang berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren dan kearifan lokal.</p>
<p>Keberadaan NU menjadi wadah perjuangan ulama dalam membimbing umat, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan.</p>
<p>Dalam satu abad perjalanannya, NU dikenal sebagai penjaga Islam yang ramah, toleran, dan moderat. NU mengajarkan pentingnya keseimbangan antara tradisi dan modernitas, antara ibadah ritual dan kepedulian sosial.</p>
<p>Melalui pesantren, majelis taklim, dan organisasi otonomnya, NU berperan aktif dalam mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan berwawasan kebangsaan.</p>
<p>NU tidak hanya berkiprah di ranah keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada tahun 1945 menjadi salah satu bukti nyata peran NU dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Hingga kini, NU terus berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan UUD 1945 sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Peringatan seabad NU menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga nilai toleransi, persatuan, dan moderasi beragama. NU mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama.</p>
<p>Generasi muda diharapkan dapat melanjutkan estafet perjuangan NU dengan cara-cara yang relevan dengan zaman, namun tetap berpegang pada nilai luhur yang telah diwariskan para pendiri.</p>
<p>Satu abad perjalanan Nahdlatul Ulama merupakan bukti ketangguhan organisasi ini dalam menghadapi berbagai dinamika zaman. Dengan tetap berpijak pada tradisi dan terbuka terhadap perubahan, NU terus berperan sebagai penjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.</p>
<p>Peringatan seabad NU bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam merawat persatuan, menjaga tradisi, dan menatap masa depan bangsa dengan penuh optimisme.</p>
<p><img decoding="async" src="https://tokohinspiratif.id/wp-content/uploads/2023/03/Screenshot_20200131-0924522-300x208.png" alt="Screenshot 20200131 0924522" title="Seabad Nahdlatul Ulama: Menjaga Tradisi, Merawat Persatuan Bangsa 4"></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>.(nath)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/seabad-nahdlatul-ulama-menjaga-tradisi-merawat-persatuan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiprah KH. Wahab Hasbullah: Arsitek Gerakan dan Dinamika Nahdlatul Ulama</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/kiprah-kh-wahab-hasbullah-arsitek-gerakan-dan-dinamika-nahdlatul-ulama/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/kiprah-kh-wahab-hasbullah-arsitek-gerakan-dan-dinamika-nahdlatul-ulama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 08:14:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#K.H Wahab]]></category>
		<category><![CDATA[#sejarah NU]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama NU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=5803</guid>

					<description><![CDATA[KrisnaNusantara.com   Di balik berdirinya dan berkembangnya Nahdlatul Ulama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KrisnaNusantara.com<a href="https://krisnanusantara.com/">   </a>Di balik berdirinya dan berkembangnya Nahdlatul Ulama (NU), terdapat sosok ulama visioner yang memainkan peran penting dalam merumuskan arah gerakan organisasi. Salah satunya adalah KH. Wahab Hasbullah, atau yang akrab disapa Mbah Wahab. Ia bukan hanya pendiri NU, tetapi juga penggerak ide, jembatan dialog, dan arsitek strategi yang membuat NU mampu bertahan dan relevan lintas zaman.</p>
<p><img decoding="async" src="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS7M6HZI6P6vGs301_vdLBxbTIjkJAMxZWrSg&amp;s" alt="KH Abdul Wahab Hasbullah Pahlawan Pejuang Pemikir- Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur" title="Kiprah KH. Wahab Hasbullah: Arsitek Gerakan dan Dinamika Nahdlatul Ulama 7"></p>
<p>K.H Wahab Hasbullah lahir dari tradisi pesantren yang kuat, namun memiliki pandangan yang terbuka dan progresif. Ia dikenal sebagai ulama yang tajam dalam berpikir, berani berdialog, serta piawai membaca perubahan sosial. Mbah Wahab tidak memandang tradisi dan modernitas sebagai dua hal yang saling bertentangan, melainkan sebagai unsur yang dapat berjalan beriringan.</p>
<p>Jauh sebelum NU resmi berdiri, Mbah Wahab telah menggagas dan mendirikan sejumlah organisasi penting yang menjadi fondasi lahirnya NU. Di antaranya Nahdlatul Wathan (1916) yang menanamkan semangat kebangsaan di kalangan santri, Taswirul Afkar sebagai forum diskusi intelektual ulama dan santri, serta Nahdlatut Tujjar (1918) yang berfokus pada penguatan ekonomi umat.</p>
<p>Melalui organisasi-organisasi tersebut, Mbah Wahab membuktikan bahwa kebangkitan umat harus ditopang oleh pendidikan, pemikiran, dan kemandirian ekonomi.</p>
<p>Dalam proses berdirinya Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926, KH. Wahab Hasbullah berperan sebagai motor penggerak di balik layar. Ia aktif melakukan konsolidasi ulama pesantren, membangun jaringan, serta menjembatani gagasan-gagasan besar kepada KH. Hasyim Asy’ari sebagai Rais Akbar NU.</p>
<p><img decoding="async" src="http://suaranahdliyin.com/wp-content/uploads/2019/10/acde0e37-758a-4ef7-b8e7-9fdfecd7be27.jpg" alt="acde0e37 758a 4ef7 b8e7 9fdfecd7be27" title="Kiprah KH. Wahab Hasbullah: Arsitek Gerakan dan Dinamika Nahdlatul Ulama 8"></p>
<p>Mbah Wahab juga berperan penting dalam pembentukan Komite Hijaz, yang menjadi langkah diplomatik ulama Nusantara dalam memperjuangkan kebebasan bermadzhab di Tanah Suci. Langkah ini menunjukkan kecerdasan politik dan visi internasional yang dimiliki Mbah Wahab.</p>
<p>Setelah NU berdiri, KH. Wahab Hasbullah terus berperan menjaga dinamika organisasi. Ia dikenal luwes berdialog, terbuka terhadap perbedaan, dan konsisten menjaga NU pada jalan moderasi. Warisan terbesarnya bukan hanya pada struktur organisasi, tetapi pada cara berpikir: bahwa tradisi, kebangsaan, dan kemajuan harus berjalan seiring.</p>
<p>Kiprah Mbah Wahab menjadi bukti bahwa NU tumbuh dari ulama yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan kebutuhan umat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/kiprah-kh-wahab-hasbullah-arsitek-gerakan-dan-dinamika-nahdlatul-ulama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Komite Hijaz hingga Lahirnya Nahdlatul Ulama</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/dari-komite-hijaz-hingga-lahirnya-nahdlatul-ulama/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/dari-komite-hijaz-hingga-lahirnya-nahdlatul-ulama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 09:35:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[#komite hijaz]]></category>
		<category><![CDATA[#Krisna Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#lahirnya NU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=5771</guid>

					<description><![CDATA[krisnaNusantara.com     Perubahan besar di Tanah Suci pada...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-5772" src="https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-20-at-16.12.45-2.jpeg" alt="WhatsApp Image 2026 01 20 at 16.12.45 2" width="1536" height="1024" title="Dari Komite Hijaz hingga Lahirnya Nahdlatul Ulama 10">krisnaNusantara.com <a href="https://krisnanusantara.com/">   </a> Perubahan besar di Tanah Suci pada awal 1920-an menjadi titik balik penting dalam sejarah ulama Nusantara. Kegelisahan terhadap nasib tradisi keagamaan di Makkah dan Madinah mendorong ulama pesantren untuk bergerak lebih terorganisir.</p>
<p>Ketika Dinasti Saud yang berpaham Wahabi menguasai Hijaz, berbagai praktik keagamaan tradisional dibatasi. Kabar ini mengguncang umat Islam Nusantara yang mayoritas bermazhab Syafi’i.</p>
<p>Sebagai respons, para ulama membentuk Komite Hijaz, yang bertugas mengirim delegasi ke Arab Saudi untuk memperjuangkan kebebasan bermadzhab. Keberhasilan diplomasi ini menumbuhkan keyakinan bahwa perjuangan ulama membutuhkan organisasi permanen.</p>
<p>Dalam proses konsolidasi tersebut, KH. Hasyim Asy’ari dari Pesantren Tebuireng Jombang tampil sebagai figur sentral. Bersama KH. Wahab Hasbullah dan ulama lainnya, beliau memimpin lahirnya organisasi besar yang menaungi kepentingan umat.</p>
<p>Pada 31 Januari 1926, Nahdlatul Ulama resmi didirikan sebagai wadah kebangkitan ulama pesantren dengan komitmen pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan sikap moderat.</p>
<p>Lahirnya Nahdlatul Ulama merupakan puncak dari perjalanan panjang ulama Nusantara. Dari kegelisahan, diplomasi, hingga konsolidasi, NU hadir sebagai penjaga tradisi, persatuan, dan masa depan Islam Nusantara.</p>
<p>(dilansir dari berbagai sumber)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(nath)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/dari-komite-hijaz-hingga-lahirnya-nahdlatul-ulama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nahdlatut Tujjar, Nahdlatul Wathan, dan Taswirul Afkar: Fondasi  Awal Gerakan Ulama</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/nahdlatut-tujjar-nahdlatul-wathan-dan-taswirul-afkar-fondasi-awal-gerakan-ulama/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/nahdlatut-tujjar-nahdlatul-wathan-dan-taswirul-afkar-fondasi-awal-gerakan-ulama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 09:26:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[#Krisna Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#organisasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[#sejarah NU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=5768</guid>

					<description><![CDATA[KrisnaNusantara.com &#8211; Jauh sebelum Nahdlatul Ulama resmi berdiri,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KrisnaNusantara.com &#8211; Jauh sebelum Nahdlatul Ulama resmi berdiri, para ulama pesantren telah membangun fondasi perjuangan melalui berbagai organisasi. Fondasi ini tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga ekonomi, pendidikan, dan pemikiran.</p>
<p>Pada 1918, KH. Wahab Hasbullah mendirikan Nahdlatut Tujjar, sebuah organisasi yang menghimpun pedagang Muslim untuk memperkuat ekonomi umat. Organisasi ini lahir dari kesadaran bahwa kemandirian ekonomi adalah syarat penting bagi kebangkitan umat.</p>
<p>Sebelumnya, pada 1916, berdiri Nahdlatul Wathan yang bertujuan menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air di kalangan santri. Pendidikan dan nasionalisme menjadi perhatian utama organisasi ini.</p>
<p>Selain itu, lahir pula Taswirul Afkar, forum diskusi intelektual yang menjadi ruang dialog para ulama dan santri dalam membahas persoalan agama, sosial, dan kebangsaan. Forum ini melatih santri berpikir kritis dan terbuka.</p>
<p>Ketiga organisasi ini sering disebut sebagai trilogi awal gerakan NU, yang masing-masing mengisi ruang perjuangan berbeda namun saling melengkapi.</p>
<p>Nahdlatut Tujjar, Nahdlatul Wathan, dan Taswirul Afkar menjadi fondasi kuat bagi lahirnya NU. Dari sinilah terlihat bahwa NU sejak awal bukan hanya gerakan keagamaan, melainkan gerakan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan umat.</p>
<p>(dilansir dari berbagai sumber)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(nath)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/nahdlatut-tujjar-nahdlatul-wathan-dan-taswirul-afkar-fondasi-awal-gerakan-ulama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pergulatan Umat Islam Awal Abad ke-20: Jalan Panjang Menuju Lahirnya NU</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/pergulatan-umat-islam-awal-abad-ke-20-jalan-panjang-menuju-lahirnya-nu/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/pergulatan-umat-islam-awal-abad-ke-20-jalan-panjang-menuju-lahirnya-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 09:20:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[#berdirinya NU]]></category>
		<category><![CDATA[#Krisna Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#sejarah islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=5764</guid>

					<description><![CDATA[Krisna Nusantara.com., Awal abad ke-20 menjadi masa penuh...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://krisnanusantara.com/">Krisna Nusantara.com.,</a> Awal abad ke-20 menjadi masa penuh dinamika bagi umat Islam di Hindia Belanda. Penjajahan kolonial, arus modernisasi, serta masuknya pemikiran Islam pembaruan menempatkan umat Islam di persimpangan sejarah. Di tengah situasi inilah kesadaran untuk berorganisasi mulai tumbuh, menjadi fondasi awal lahirnya Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Umat Islam kala itu menghadapi tekanan berlapis. Secara politik dan ekonomi, kolonialisme Belanda membatasi ruang gerak pribumi. Sementara secara pemikiran, muncul perbedaan pendekatan keagamaan antara kelompok pembaru dan ulama pesantren.</p>
<p>Berdirinya Sarekat Islam pada 1912 menjadi tonggak kesadaran kolektif umat Islam dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi dan politik. Di tahun yang sama, Muhammadiyah hadir membawa semangat pendidikan modern dan pemurnian ajaran Islam.</p>
<p>Bagi ulama pesantren, perubahan ini menimbulkan kegelisahan tersendiri. Tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah yang telah mengakar kuat di masyarakat mulai diperdebatkan. Namun kegelisahan ini justru melahirkan kesadaran bahwa ulama tradisional perlu memiliki wadah sendiri untuk menjaga tradisi sekaligus merespons zaman.</p>
<p>Pergulatan sosial, politik, dan keagamaan di awal abad ke-20 menjadi latar penting lahirnya NU. Kesadaran berorganisasi umat Islam menjadi pintu awal bagi bangkitnya gerakan ulama pesantren yang kelak menjelma menjadi Nahdlatul Ulama.</p>
<p>(dilansir dari berbagai sumber)</p>
<p>(nath)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/pergulatan-umat-islam-awal-abad-ke-20-jalan-panjang-menuju-lahirnya-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Isysrah Mbah Kholil Memberikan Ilmunya Semua ke Mbah Manab</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/isysrah-mbah-kholil-memberikan-ilmunya-semua-ke-mbah-manab/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/isysrah-mbah-kholil-memberikan-ilmunya-semua-ke-mbah-manab/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 04:59:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[#KediriKab]]></category>
		<category><![CDATA[#MbahKholil]]></category>
		<category><![CDATA[#MbahManab]]></category>
		<category><![CDATA[#Pemkabkediri]]></category>
		<category><![CDATA[#PonPesLirboyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=5049</guid>

					<description><![CDATA[Kediri &#8211; krisnanusantara,  Kesah Sejarah KH Abdul Kharim...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kedirikab.go.id/" target="_blank" rel="noopener">Kediri</a> &#8211;<a href="https://krisnanusantara.com/"> krisnanusantara</a>,  Kesah Sejarah KH Abdul Kharim ( mbah manab ) pendiri Ponpes Lirboyo. Kediri Mulai jadi santri sampai mendirikan pondok sendiri.</p>
<p>Alkisah Syaikhona Kholil Bangkalan merupakan wali Allah yang penuh karomah, khususnya menandai kelebihan dan karomah santri-santrinya. Banyak sekali santrinya, termasuk Manab muda yang kelak berubah menjadi KH Abdul Kharim, pendiri Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur.</p>
<p>Menurut Mbah Ma’ruf Kedonglo, Mbah Manab sebenarnya bertabiat keras tapi penyabar dan ilmunya biasa-biasa saja, tapi istiqomah serta zuhudnya yang luar biasa. Karena zuhudnya itulah, beliau sama sekali tidak kenal uang. Dikisahkan almarhum KH. Abdul Aziz Mansyur, rumah Mbah Manab pernah hampir roboh karena rusak berat namun beliau diam saja hingga Mbah Nyai Dlomroh (Istri Mbah Manab) yang memperbaikinya.</p>
<p>Saat nyantri di bawah asuhan Syaikhona Kholil, Mbah Manab menuntut ilmu bersama tiga santri lainnya yang saat itu dijuluki 4 sekawan, yaitu Mbah Ma’ruf Kedunglo Kediri, Mbah Anwar Alwi Paculgowang Jombang dan Mbah Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.</p>
<p>Suatu ketika, saat khataman pengajian Mbah Manab disuruh Mbah Kholil menguras jamban. Ketiga temannya melihat apa yang dilakukan Mbah Manab, karena mereka tidak melihat Mbah Manab menguras kotoran, yang terlihat hanyalah Mbah Manab yang sedang membersihkan jamban kering.</p>
<p>Merasa ganjil dengan apa yang mereka lihat, salah satu dari mereka berkomentar, “Manab kok aneh karo Kyai Kholil kon nguras jamban nganti resik, opo pancen ilmu Kyai Kholil dientekno”, (Manab Kok aneh oleh Kyai Kholil disuruh menguras toilet hingga bersih apa memang ilmu beliau sudah dihabiskan olehnya).</p>
<p>Setelah Mbah Manab berkeluarga dan memiliki pesantren, Syaikhona Kholil memberikan kepercayaan orang yang datang kepadanya untuk ngaji kepada Mbah Manab di Lirboyo.</p>
<p>“Sampeyan ajeng ngaos teng mriki to, nek sampeyan ajeng nderek ngaos, kulo badhe sanjang pilih ilmu kulo sampun ditelaske kalian Manab. Nek ajeng ngaos, dateng Kediri mawon, teng dusun Lirboyo, padosi ingkang namine Manab.”</p>
<p>Inilah sejarah Mbah manab ( Kh Abdul Kharim ) pendiri pondok pesantren Lirboyo.sampai sekarang diteruskan oleh anak , cucu dan cicitnya dan total santrinya sudah mencapai 35 ribu santri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Achmad.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/isysrah-mbah-kholil-memberikan-ilmunya-semua-ke-mbah-manab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BUPATI TERPILIH ABAH WARSUBI DOAKAN DARI TANAH SUCI KEJUARAAN SILAT “PIALA REKTOR UNIPDU” SE-KAB.JOMBANG 2025 IPSI</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/bupati-terpilih-abah-warsubi-doakan-dari-tanah-suci-kejuaraan-silat-se-kabjombang/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/bupati-terpilih-abah-warsubi-doakan-dari-tanah-suci-kejuaraan-silat-se-kabjombang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dedy F. Rosyadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 14:32:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#PSHTCabangJombang]]></category>
		<category><![CDATA[#Warsa]]></category>
		<category><![CDATA[UNIPDU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=3222</guid>

					<description><![CDATA[Warsubi Bupati terpilih Kabupaten Jombang tidak hadir tapi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Warsubi Bupati terpilih Kabupaten Jombang tidak hadir tapi doakan dari tanah suci Kejuaraan Pencak Silat “Piala Rektor UNIPDU” Se-Kab.Jombang Tahun 2025 yang diselenggarakan berkat kerjasama oleh IPSI, PSHT, dan UNIPDU Jombang dikarenakan sedang ibadah Umroh.</p>
<p><a href="http://jombang.go.id" target="_blank" rel="noopener">Jombang</a> – <a href="http://krisnanusantara.com">KrisnaNusantara.com.</a> Panitia Kejuaraan Pencak Silat se-Kab.Jombang “Piala Rektor UNIPDU” Tahun 2025 memasukkan Bupati Terpilih Kabupaten Jombang Abah Warsubi dalam daftar undangan, dan berharap sekaligus membuka acara tersebut.</p>
<p>Abah Warsubi secara langsung mengkonfirmasi dengan minta maaf tidak bisa menghadiri undangan tersebut dikarenakan sedang menjalankan ibadah umroh di tanah suci Mekkah. (28/01/2025)</p>
<p>Bupati terpilih Kabupaten Jombang mendoakan semoga acara Kejuaraan Pencak Silat se-Kab.Jombang “Piala Rektor UNIPDU” Tahun 2025 ini berjalan lancar, aman, dan kondusif penuh barokah hingga mencapai hasil yang ditargetkan dan sukses PORPROV IX Jatim 2025 nanti.</p>
<figure id="attachment_3224" aria-describedby="caption-attachment-3224" style="width: 1599px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-3224 size-full" src="https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2025/01/bangjack-n-warsubi.jpeg" alt="abah warsubi dan Bang Jack" width="1599" height="899" title="BUPATI TERPILIH ABAH WARSUBI DOAKAN DARI TANAH SUCI KEJUARAAN SILAT “PIALA REKTOR UNIPDU” SE-KAB.JOMBANG 2025 IPSI 12" srcset="https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2025/01/bangjack-n-warsubi.jpeg 1599w, https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2025/01/bangjack-n-warsubi-1536x864.jpeg 1536w" sizes="(max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /><figcaption id="caption-attachment-3224" class="wp-caption-text">Foto: Abah Warsubi saat menghadiri Deklarasi SJN dan Bang Jack sebagai Ketua Umum</figcaption></figure>
<p>Joko Prasetyo, S,Sy., S.H., M.H. atau Bang Jack selaku ketua umum ‘JACK AND ASSOCIATE – ADVOKAT &amp; PENASEHAT HUKUM’ dan juga &#8216;SERIKAT JURNALIS NUSANTARA (SJN)&#8217; menerima dan menyampaikan langsung kepada Panitia Penyelenggara dan seluruh peserta Kejuaraan Pencak Silat Se-Kab.Jombang “Piala Rektor UNIPDU” Tahun 2025 serta semua pihak yang terlibat.</p>
<p>PSHT wadahi jiwa patriotism para atlet pencak silatnya melalui kejuaraan pencak silat se-Kab.Jombang dan didukung oleh UNIPDU dalam topic acara “PIALA REKTOR UNIPDU” sebagai sinergitas antara Pondok Pesantren – kampus – kelompok sosial.</p>
<figure id="attachment_3226" aria-describedby="caption-attachment-3226" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-3226 size-full" src="https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2025/01/DSC_3093-scaled.jpg" alt="Seni Tunggal Bela Diri PSHT" width="2560" height="1702" title="BUPATI TERPILIH ABAH WARSUBI DOAKAN DARI TANAH SUCI KEJUARAAN SILAT “PIALA REKTOR UNIPDU” SE-KAB.JOMBANG 2025 IPSI 13" srcset="https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2025/01/DSC_3093-scaled.jpg 2560w, https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2025/01/DSC_3093-1536x1021.jpg 1536w, https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2025/01/DSC_3093-2048x1362.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-3226" class="wp-caption-text">Foto: Peserta Seni Bela Diri Tunggal sedang memeragakan keindahan gerakan Silat</figcaption></figure>
<p>PSHT, singkatan yang tidak asing di telinga kita. Ya, nama lain yang kita kenal dengan ‘Persaudaraan Setia Hati Terate’ ini memang sangat dekat dengan masyarakat dimana identic dengan kelompok silat yang memiliki banyak anggota dan tersebar di kecamatan yang ada di Kabuapten Jombang.</p>
<p>Tidak ada salahnya jika kita mengenal lebih jelas dengan kelompok sosial bawah ini atau yang lahir dari perjuangan rakyat yang pada dasarnya bertujuan mulia membangun mental dan jiwa generasi bangsa sesuai budaya asli Indonesia.</p>
<p>Berikut redaksi sajikan dari hasil wawancara dengan narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan dan penelusuran sumber tertulis dari berbagai referensi.</p>
<p>Organisasi Seni Beladiri atau Perguruan Silat seperti ini merupakan kelompok sosial yang memiliki tujuan melatih kepekaan jiwa atas perkembangan kehidupan yang melibatkan seluruh unsur di dalamnya seperti Tuhan, alam dan manusia sebagai pelaku utama kehidupan.</p>
<figure id="attachment_3210" aria-describedby="caption-attachment-3210" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3210 size-large" src="https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2025/01/20250127_130415-700x400.jpg" alt="Ketua PSHT Cabang Jombang" width="700" height="400" title="BUPATI TERPILIH ABAH WARSUBI DOAKAN DARI TANAH SUCI KEJUARAAN SILAT “PIALA REKTOR UNIPDU” SE-KAB.JOMBANG 2025 IPSI 14"><figcaption id="caption-attachment-3210" class="wp-caption-text">Foto: Ketua PSHT Cabang Jombang Pusat Madiun, Kangmas Subiyantoro dalam menceritakan arah dan tujuan mulia PSHT</figcaption></figure>
<p>PSHT atau SH Terate merupakan organisasi pencak silat yang tergabung dan salah satu yang turut mendirikan ‘Ikatan Pencak Silat Indonesia’ (IPSI) pada tanggal 18 Mei 1948 (diambil dari kemhan.go.id. dengan judul artikel “SH Terate Ikut Wujudkan Bela Negara di Dunia Internasional” 27 Februari 2017).  Pada 2021 tercatat SH Terate diikuti kurang lebih 10 juta anggota, memiliki cabang di 368 Kabupaten/Kota di Indonesia, 20 komisariat di Perguruan Tinggi dan 33 cabang khusus di luar negeri.</p>
<p>Dalam sejarahnya, organisasi seni bela diri pencak silat yang berpusat di Madiun ini ternyata berasal dari Kampung Tambak Gringsing Surabaya yang diletakkan dasar gerakannya oleh Ki Ageng Ngabehi Soeodiwirjo pada tahun 1903. Dan pada tahun 1922 dia pindah ke Madiun dan mendirikan Persaudaraan Setia Hati di Winongo.</p>
<p>Sebagaimana pada umumnya, ketika di sebuah perguruan terdapatlah seorang murid yang ingin membawa ajaran itu untuk dikembangkan dengan sasaran market yang berbeda. Ia adalah Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang berasal dari Pilangbango berniat mendirikan pusat pergurauan ajaran Setia Hati dengan dasar untuk bisa dipelajari oleh seluruh rakyat kelas bawah dan tidak hanya dari golongan bangsawan saja.</p>
<p>Ki Ageng Ngabehi Soediwirjo setuju akan tetapi dengan memakai nama lain, maka dipakailah nama Perguruan Setia Hati Pemuda Sport Club (SHPSC) untuk mengelabuhi Belanda. Singkat cerita terdapat beberapa murid lain yang cemburu dan mengisukan bahwa SH PSC adalah SH Murtad dan berhianat dari pembawanya.</p>
<p>Tidak lama kemudian pusat latihan SH PSC digrebek oleh Kolonial Belanda dan Ki Hadjar Hardjo Oetomo beserta beberapa temannya diasingkan ke Jember, Cipinang, dan Padangpanjang. Kemudian kelompok murid yang lain menganggap dirinya sebagai SH pemurnian atau yang Ashli dan dikenal dengan nama SH Panti.</p>
<p>Sistem yang dipakai di SH PSC ini adalah sistem <em>paguron </em>atau istilah Bahasanya Perguruan, dimana guru ditempatkan di tingkat tertinggi sebagai patron perguruan.</p>
<p>Dalam perkembangannya kemudian, seorang murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang bernama Soeratno Sorengpati mengganti nama SH PSC menjadi Setia Hati Terate. Penggantian nama ini disepakati dala kongres pertama yang diselenggarakan di rumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Madiun pada 1948. Dan mengubah sistem ‘Perguruan’ menjadi ‘Persaudaraan’ untuk mendukung sistem demokrasi organisasi akan tetapi konsepsi ‘Perguruan’ tetap dilanjutkan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-3201 size-large" src="https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2025/01/20250127_112223-700x400.jpg" alt="Foto: 467 Peserta Kejuaraan Pencak Silat Se-Kab.Jombang Tahun 2025 &quot;Piala Rektor UNIPDU&quot; sedang mengikuti upacara pembukaan" width="700" height="400" title="BUPATI TERPILIH ABAH WARSUBI DOAKAN DARI TANAH SUCI KEJUARAAN SILAT “PIALA REKTOR UNIPDU” SE-KAB.JOMBANG 2025 IPSI 15"></p>
<p>Jadi PSHT bukanlah organisasi atau kelompok pesilat yang ‘anak kemarin sore’ dan proses berkembangnya pun penuh dengan perjuangan sebuah Perguruan untuk menjadi besar. Maka sudah tentu ada beberapa kelompok kecil karakter manusia yang tamak dan gila kekuasaan karena memunyai masa dan himpunan kekuatan yang berbeda haluan dan merusak bahkan mungkin melakukan pembelokan tujuan karena tidak faham misi mulia Persaudaran Setia Hati Terate sehingga mencoreng keluhuran organisasi dan mereka bukanlah dari golongan Setia Hati Terate.</p>
<p><strong>(red.)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/bupati-terpilih-abah-warsubi-doakan-dari-tanah-suci-kejuaraan-silat-se-kabjombang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Intip Sejarah Hari Almond Nasional, Berikut Manfaat dan Kandungannya</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/intip-sejarah-hari-almond-nasional-berikut-manfaat-dan-kandungannya/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/intip-sejarah-hari-almond-nasional-berikut-manfaat-dan-kandungannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Maula Faiza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Feb 2024 12:40:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=1408</guid>

					<description><![CDATA[KrisnaNusantara.com &#8211; Almond atau Prunus Dulcis merupakan jenis...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KrisnaNusantara.com </strong>&#8211; Almond atau Prunus Dulcis merupakan jenis kacang-kacangan yang memiliki segudang nutrisi dan beragam manfaat. </p>
<p>Dalam rangka mengingat ragamnya manfaat dan kadar nutrisi dalam kacang almond, tanggal 16 Februari diperingati sebagai Hari Almond Nasional dan masuk dalam peringatan Hari Besar Dunia. </p>
<p>Perayaan tersebut biasanya diadakan di Amerika Serikat (AS).</p>
<p><strong>Sejarah Perayaan Hari Almond Nasional di Amerika Serikat</strong></p>
<p>Sebagian besar sejarawan kuliner meyakini bahwa kacang almond merupakan jenis kacang-kacangan yang diperkirakan pertama kali dibudidayakan di wilayah Cina dan Asia Tengah.</p>
<p>Sejarahnya, pada saat melakukan perjalanan di wilayah Asia dan Mediterania, para pelancong menjadikan kacang almond sebagai camilan untuk menemani perjalanan panjang tersebut.</p>
<p>Maka dari itu, tidak heran kalau pohon kacang almond banyak ditemukan di benua Eropa, khususnya di negara Spanyol dan Italia.</p>
<p>Setelah tersebar di benua Eropa, almond diangkut oleh Padres Fransiskan dengan kapal dari Spanyol menuju Amerika Serikat pada tahun 1700-an. </p>
<p>Namun, pada tahun tersebut pohon-pohon kacang almond belum bisa tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Hal tersebut disebabkan masih minimnya literasi terkait pembudidayaan tanaman almond di sana.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, perkiraan pada tahun 1800-an, pohon almond berhasil tumbuh dan dipanen di wilayah Amerika Serikat.</p>
<p>Dari sini, wilayah Sacramento dan San Joaquin di California menjadi penghasil almond terbesar di Amerika Serikat.</p>
<p>Kacang almond dinilai memiliki nilai sakral dan menjadi simbol agama Ilahi, karena sejarahnya juga diulas dalam Alkitab, bahwa terdapat batang yang mekar dan menghasilkan buah, yaitu kacang almond. </p>
<p>Hal tersebut menjadikan masyarakat Romawi memberikan kacang almond kepada teman dan kerabat sebagai jimat kesuburan.</p>
<p>Dalam Kitab Bilangan juga menceritakan tentang tongkat Harun yang berbunga dan menghasilkan buah almond. </p>
<p><strong>Kandungan Gizi dalam Kacang Almond </strong></p>
<p>Dilansir dari situs Healthline, kacang almond cukup direkomendasikan untuk program diet karena memiliki kadar kalori yang terkandung dalam kacang almond cukup rendah serta kandungan gizi yang melimpah, di antaranya:</p>
<p>&#8211; Serat<br />
&#8211; Protein<br />
&#8211; Karbohidrat<br />
&#8211; Lemak<br />
&#8211; Vitamin E<br />
&#8211; Vitamin B2 dalam bentuk Riboflavin dan Fosfor<br />
&#8211; Mangan<br />
&#8211; Magnesium, dan<br />
&#8211; Tembaga</p>
<p>Selain dipercaya bermanfaat untuk diet, kacang almond juga memiliki beberapa manfaat lainnya. </p>
<p>Salah satunya adalah dapat membantu menurunkan kolesterol jahat sebagai faktor risiko pemicu penyakit kardiovaskuler. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/intip-sejarah-hari-almond-nasional-berikut-manfaat-dan-kandungannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Pers Nasional, Refleksi Sejarah serta Kontribusi Insan Pers dalam Dinamika Menjaga Keutuhan Bangsa</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/hari-pers-nasional-refleksi-sejarah-serta-kontribusi-insan-pers-dalam-dinamika-menjaga-keutuhan-bangsa/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/hari-pers-nasional-refleksi-sejarah-serta-kontribusi-insan-pers-dalam-dinamika-menjaga-keutuhan-bangsa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Maula Faiza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2024 13:04:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pers Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=1364</guid>

					<description><![CDATA[Setiap tahunnya, dalam rangka memperingati Hari ulang tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap tahunnya, dalam rangka memperingati Hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia yang terbentuk sejak tahun 1946, seluruh insan pers di Indonesia menetapkan tanggal 09 Februari menjadi Hari Pers Nasional.</p>
<p>Peringatan tersebut sebagaimana ditegaskan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 5 tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional yang disahkan oleh Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985.</p>
<p>Momentum Peringatan Hari Pers Nasional pada tahun ini bisa dibilang lebih istimewa, sebab turut serta mengiringi pesta demokrasi pada 14 Februari 2024 mendatang. Maka dari itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengangkat tema &#8220;Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa&#8221;.</p>
<p>Tema yang diangkat mencerminkan peran insan pers dalam memberikan kontribusi berupa komitmen menjaga pemberitaan yang adil dan benar, khususnya pada momentum transisi politik saat ini.</p>
<p>Selain tema, logo yang dipakai pun juga turut menggambarkan kobaran semangat insan pers serta komitmen untuk terus menjaga pemberitaan yang adil dan benar.</p>
<p><strong>Refleksi Sejarah Insan Pers Indonesia</strong></p>
<p>Peringatan Hari Pers Nasional tidak luput dari peran dan heroik insan pers dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.</p>
<p>Sejak terbentuknya wadah bagi wartawan pada 09 Februari 1946, yakni Persatuan Wartawan Indonesia, insan pers tidak hanya berperan sebagai penyalur serta penyebar informasi, namun juga dijadikan sebagai pemeran politik yang memberikan sumbangsih demi melawan penjajah.</p>
<p>Meski hal tersebut terjadi setaun setelah era proklamasi, insan pers masih berperan ganda sebagai upaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan.</p>
<p>Kemudian, terbesit keinginan para tokoh pers pada saat itu untuk membentuk wadah bagi insan pers dalam skala nasional. Maka dari itu, PWI berhasil meresmikan tanggal 9 Februari menjadi Hari Pers Nasional sebagaimana hasil dari kongres PWI ke-28 yang diselenggarakan di Padang pada tahun 1978 silam.</p>
<p>Dalam peringatan yang terbilang lebih istimewa ini, diharapkan kepada seluruh insan pers di Indonesia untuk senantiasa mengobarkan semangat menghadapi tantangan, khususnya pada masa kontestasi politik serta pesta demokrasi kali ini. (Maula Faizatul Husna)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/hari-pers-nasional-refleksi-sejarah-serta-kontribusi-insan-pers-dalam-dinamika-menjaga-keutuhan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Desa Jatirejo Nganjuk, Dulunya Bernama Jatigodean, Melekat Kisah Joko Supono dan Roro Kuning</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/asal-usul-desa-jatirejo-nganjuk-dulunya-bernama-jatigodean-melekat-kisah-joko-supono-dan-roro-kuning/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/asal-usul-desa-jatirejo-nganjuk-dulunya-bernama-jatigodean-melekat-kisah-joko-supono-dan-roro-kuning/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2024 12:24:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=1199</guid>

					<description><![CDATA[NGANJUK, KrisnaNusantara.com – Keberadaan desa Jatirejo, kecamatan Loceret,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, KrisnaNusantara.com</strong> – Keberadaan desa Jatirejo, kecamatan Loceret, kabupaten Nganjuk Jawa Timur, memiliki cerita cukup panjang. </p>
<p>Diperkirakan, desa Jatirejo ini sudah ada masa akhir kerajaan Majapahit, yakni masa pemerintahan Majapahit yang berpusat di Daha/Kadiri -sekarang Kediri. </p>
<p>Hanya saja, namanya kala itu bukan Jatirejo seperti sekarang. Melainkan bernama Jatigodean.</p>
<p>Jatigodean merupakan gabungan dua suku kata. Jati merupakan nama pohon jati, sedangkan Godean berasal dari bahasa Jawa <em>gede</em> yang berarti besar. </p>
<p>Konon, wilayah yang merupakan hutan jati berukuran besar ini ditemukan tokoh bernama R Joko Supono, seorang bangsawan dari barat yang menjadi anak angkat Kiai Ngaliman,</p>
<p>Saat itu, Joko Supono melakukan perjalanan ke arah utara, pergi meninggalkan rumah Kiai Ngaliman. Dan di kawasan hutan jati itulah, dipilih Joko Supono untuk menjadi tempat tinggal barunya. </p>
<p>Kepergian Joko Supono dari ayah angkatnya, ditengarai karena kepingin menjauhkan diri dari seorang gadis cantik bernama Roro Kuning. </p>
<p>Sebelumnya, Roro Kuning adalah kekasih sekaligus calon istri Joko Supono. Namun, Roro Kuning dan Joko Supono, gagal menjadi pasangan suami istri (Pasutri).</p>
<p>Sebab, Roro Kuning dipersunting menjadi selir seorang pangeran keturunan Raja Majapahit terakhir (familier dengan sebutan Raja Brawijaya V) yang berpusat di kerajaan Daha/Kadiri.</p>
<p>Karena Roro Kuning menjadi selir sang pangeran dan keduanya tinggal di rumah Kiai Ngaliman itulah, menjadi alasan Joko Supono meninggalkan rumah Kiai Ngaliman, ayah angkatnya.</p>
<p>Singkat cerita, Roro Kuning hamil. Di saat kondisi Roro Kuning berbadan dua, sang pangeran diharuskan kembali ke kerajaan Kadiri.</p>
<p>Karena tidak bisa dibawa serta ke kerajaan Kadiri, sang pangeran menitipkan Roro Kuning ke Kiai Ngaliman. Begitu juga dua abdinya bernama Joko Klante dan Joko Pluntur. Dua abdinya ini ditinggal di rumah Kiai Ngaliman untuk menjaga Roro Kuning.</p>
<p>Oleh sang pangeran, mereka juga diberi kempul wasiat dan teken wasiat, sebagai bukti mereka adalah orang &#8216;penting&#8217;. Biasanya, kempul wasiat dan teken wasiat itu selalu dibawa kemana-mana oleh raja saat berburu.</p>
<p>Hingga kemudian, Roro Kuning melahirkan seorang putri cantik dan diberi nama Dewi Lanjar. Sehari-harinya, Roro Kuning merawat Dewi Lanjar tanpa kehadiran sang pangeran, suaminya.</p>
<p>Lama berselang, Dewi Lanjar pun beranjak dewasa. Sementara sang pangeran tak kunjung datang ke rumah Kiai Ngaliman, untuk menemui Roro Kuning dan buah hatinya.</p>
<p>Hingga suatu hari, Roro Kuning mengiyakan permintaan Dewi Lanjar yang terus-terusan pingin ketemu ayahnya. </p>
<p>Dengan membawa Dewi Lanjar, putrinya, Roro Kuning pun nekat pergi ke kerajaan Kadiri untuk menemui suaminya. Kepergian ibu dan anak ini, juga disertai dua abdi mereka, yakni Joko Klante dan Joko Pluntur.</p>
<p>Di tengah perjalanan, Roro Kuning mendengar kabar jika kerajaan Kediri sudah hancur dan porak-poranda. Atas pertimbangan yang matang, niatan untuk menemui sang pangeran atau suaminya di kerajaan Kadiri pun dibatalkan.</p>
<p>Akhirnya, perjalanan mereka berhenti di suatu tempat. Dan tak disangka, di situ Roro Kuning bertemu dengan R Joko Supono, kekasihnya dulu. </p>
<p>Tempat pertemuan mantan sepasang kekasih itu, tak lain adalah wilayah hutan jati berukuran besar yang menjadi tempat tinggal baru Joko Supono, yakni Jatigodean.</p>
<p>Lama tidak bertemu, Joko Supono dan Putri Roro Kuning saling melepas rindu. Seakan Joko Supono tidak menyadari kalau mantan kekasihnya itu sudah jadi selir pangeran dan mempunyai seorang anak. Hanya saja, sang pangeran saat itu tidak bersamanya. Apalagi, kabar hancurnya kerajaan, sudah menyebar kemana-mana.</p>
<p>Sebenarnya, Joko Supono dan Putri Roro Kuning ini masih saling menaruh hati dan saling mencintai. Sebab itu, muncul niatan Joko Supono untuk menjadikan Roro Kuning sebagai istrinya. </p>
<p>Namun, Joko Supono teringat dengan sumpahnya ketika Roro Kuning dilamar menjadi selir pangeran. Sumpahnya itu yakni dia tidak akan menikah seumur hidupnya (madat). </p>
<p>Karena teguh memegang sumpahnya, Joko Supono pun membatalkan niatan memeperistri Roro Kuning.</p>
<p>Hanya saja, Joko Supono menaruh rasa iba ke Roro Kuning yang kondisinya terlunta-lunta, dan sang pangeran dimungkinkan sudah tiada saat terjadinya prahara di kerajaan Kadiri.</p>
<p>Kemudian, Roro Kuning diberi bagian wilayah yang berada di sisi barat Jatigodean, sebagai tempat tinggal bersama Dewi Lanjar, putrinya. </p>
<p>Karena posisinya menempel dengan Jatigodean, wilayah ini kemudian dikenal dengan nama Desa Tempel, hingga saat ini.. </p>
<p>Singkat cerita, R Joko Supono berusia tua dan meninggal dunia. Dia kemudian dimakamkan di desa Jatigodean tersebut.</p>
<p>Karena sebagai orang pertama di desa Jatigodean, maka R Joko Supono dikenal sebagai cikal bakal atau sang pembabat desa Jatigodean atau juga disebut Danyang Jati. </p>
<p>Dan hingga saat ini, lokasi tersebut dikenal sebagai punden desa Jatirejo. Punden tersebut juga dikenal denga nama Punden Mbah Wadat atau Eyang Wadat. Nama ini melekat di situ, karena R Joko Supono tidak pernah menikah hingga akhir hayatnya.</p>
<p>Di masa kolonial atau pemerintahan Hindia-Belanda, di desa Jatigodean berdiri sebuah pabrik gula, bernama pabrik gula Jatie. Tepatnya, tahun 1889.</p>
<p>Jejak berdirinya PG Jatie tahun 1889, yakni adanya cerobong asap pabrik gula tersebut yang dikenal dengan sebutan Setom. </p>
<p>Karena ada pabrik gula, wilayah ini menjadi ramai. Masyarakat setempat yang merupakan orang Jawa, menyebut ramai dengan istilah Rejo. Hingga kemudian, Jatigodean berubah menjadi Jatirejo. </p>
<p>Adapun wilayah PG Jatie, sebelah utara sampai Koramil Loceret, sekarang. Kalau selatan sampai perempatan Jati atau pasar Gedek. Disebut pasar Gedek, karena bangunan pasar terbuat dari gedek (bambu yang dianyam). </p>
<p>Sedang tata keprajan pun atau kelurahan, wilayah Jatirejo (sebelumnya Jatigodean) hanya sebatas di lingkungan pabrik gula. </p>
<p>Dan Jatirejo, saat itu gagal menjadi sebuah desa. Karena, syarat menjadi sebuah desa, harus lebih du;u memenuhi 2 syarat. Yakni, selaku Soko Guru sebuah desa harus ada 35 gogol.</p>
<p>Untuk mencapai 35 gogol tersebut, kemudian ditambah dengan dusun Mojosari yang berada di wilayah desa Godean. </p>
<p>Karena ada perubahan luas wilayah Jatie, maka tugas modin melayani masyarakat wilayah Jatirejo (Jatie ditambah Mojosari), sehingga harus ada tambahan upah dengan diwujudkan bengkok intil. </p>
<p>Dan pada waktu itu, sekitar tahun 1889, disetujui oleh para pemuka masyarakat, maka berdirilah Desa Jatirejo. (*)</p>
<p>Sumber: <em>nganjukkabgoid</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/asal-usul-desa-jatirejo-nganjuk-dulunya-bernama-jatigodean-melekat-kisah-joko-supono-dan-roro-kuning/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
