<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Halmahera &#8211; Krisna Nusantara</title>
	<atom:link href="https://krisnanusantara.com/tag/halmahera/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://krisnanusantara.com</link>
	<description>Media Online Nasional</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jan 2024 18:27:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2023/11/favicon-krisna-nusantara-100x75.png</url>
	<title>Halmahera &#8211; Krisna Nusantara</title>
	<link>https://krisnanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akhir Tahun 2023, Tobelo Halmahera Utara Jadi Pusat Keramaian Warga</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/akhir-tahun-2023-tobelo-halmahera-utara-jadi-pusat-keramaian-warga/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/akhir-tahun-2023-tobelo-halmahera-utara-jadi-pusat-keramaian-warga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2023 06:01:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Halmahera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=752</guid>

					<description><![CDATA[HALMAHERA UTARA &#124; KrisnaNusnatara.com – Jelang berakhirnya tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HALMAHERA UTARA | KrisnaNusnatara.com</strong> – Jelang berakhirnya tahun 2023, jalanan di pusat Kabupaten Halmahera Utara, tepatnya di Kecamatan Tobelo, disesaki warga. </p>
<p>Mereka datang berbondong-bondong untuk jalan-jalan dan meramaikan menyambut tahun baru 2024. Tentu saja, hal ini membuat jalan utama kecamatan Tobelo, macet.</p>
<p>Warga yang berdatangan ini, kebanyakan berasal dari desa-desa bagian ujung yang lingkungannya masih asri pegunungan, hutan, atau pesisir pantai. </p>
<p>Tentunya, dengan pergi ke pusat kota yang ramai orang berjualan macam-macam, menjadi agenda healing bagi mereka.</p>
<p>Setiap akhir tahun, memang ramai sekali pedagang-pedagang yang mengobral dagangannya di pasar maupun di trotoar-trotoar jalan dengan harga yang cukup miring. </p>
<p>Mulai dari baju, celana, sandal, sepatu, petasan dan masih banyak lagi. Sehingga, ini menjadi hal yang menarik bagi warga desa untuk menyerbu berbelanja sekaligus jalan-jalan.</p>
<p>&#8220;Biasanya yang ramai sekali berkunjung kemari itu warga Kecamatan Galela. Saya sendiri ke sini memang tertarik untuk belanja karena memang murah-murah,&#8221; ungkap Fitri, pengunjung pasar warga asli Tobelo. (30/12/2023)</p>
<p>Tak hanya itu, pedagang pentolan, gorengan, dan warung makan, sampai kios sembako juga merasakan ramainya pembeli di penghujung tahun ini.</p>
<p>Seperti Hanafi, pedagang pentolan keliling asal Lamongan, Jawa Timur. Ia bersyukur dagangannya ramai pembeli. </p>
<p>Meski jualan keliling, dia mengaku tak merasakan capek dan lelah. Malahan, dia ikut senang karena melihat banyak orang berburu dagangannya.</p>
<p>Dia juga mengatakan, kondisi ramai seperti ini biasa terjadi di tiap akhir tahun atau menjelang tahun baru.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, kalau akhir tahun begini memang ramai pembeli. Tinggal kuat-kuatin saja kakinya,&#8221; ujarnya. *)</p>
<p><em>Penulis</em>: A Fajar Ramdani<br />
<em>Editor</em>: Affandi</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/akhir-tahun-2023-tobelo-halmahera-utara-jadi-pusat-keramaian-warga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Bahan Naik, Pedagang Kuliner Tobelo Mengeluh: Ramai Pembeli Tapi Untung Minim</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/harga-bahan-naik-pedagang-kuliner-tobelo-mengeluh-ramai-pembeli-tapi-untung-minim/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/harga-bahan-naik-pedagang-kuliner-tobelo-mengeluh-ramai-pembeli-tapi-untung-minim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Dec 2023 14:02:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Halmahera]]></category>
		<category><![CDATA[Tobelo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=465</guid>

					<description><![CDATA[HALMAHERA &#124; KrisnaNusantara.com &#8211; Sejumlah pengusaha kuliner di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HALMAHERA | KrisnaNusantara.com</strong> &#8211; Sejumlah pengusaha kuliner di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, mengeluhkan harga bahan pangan yang terus melonjak. </p>
<p>Lonjakan harga pangan mereka rasakan saat masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 ini. </p>
<p>Mereka mengaku, pada Desember 2023 ini, usaha kuliner di warungnya terbilang cukup ramai pembeli dibanding beberapa bulan terakhir.</p>
<p>Namun, mereka mengaku keuntungan yang didapat tidak sesuai, karena pendapatannya harus diputar untuk belanja bahan yang serba mahal.</p>
<p>Shofiyatun, pemilik warung lalapan asal Lamongan mengatakan, kenaikan harga bahan pangan paling terasa berpengaruh pada usaha kulinernya adalah beras. </p>
<p>&#8220;Selain beras, cabai dan tomat apalagi, ya naik terus. Padahal orang beli lalapan ya yang dicari sambelnya,&#8221; ungkapnya, Kamis (21/12/2023).</p>
<p>Berdasarkan informasi yang didapat dari sejumlah pedagang kuliner, harga beras 1 karung atau 25 kilogram sekitar Rp 380 ribu. Sedangkan harga sebelumnya sekitar Rp 335 ribu per 25 kilogram.</p>
<p>Kenaikan harga cukup fantastis adalah cabai dan tomat. Pembeli harus merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp 150 ribu per kilogram. Harga tersebut meroket dari harga sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram.</p>
<p>Sedangkan harga tomat, naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan sebelumnya, Rp 10 ribu per kilogram.</p>
<p>Meski harga sejumlah komoditi tersebut naik, sejumlah pedagang kuliner tersebut tak ingin harga jual usaha kulinernya. Mereka memilih bertahan dengan harga semuila meski untung yang didapat, minim. </p>
<p>&#8220;Kalau mau menaikkan harga ya bisa saja, asalkan harus kompak sesama pedagang kuliner. Berhubung tidak kompak, ya terpaksa harus bertahan,&#8221; pungkas Anam Suroto yang juga pedagang lalapan. *)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/harga-bahan-naik-pedagang-kuliner-tobelo-mengeluh-ramai-pembeli-tapi-untung-minim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Telaga Paca, Hidden Gem di Halmahera Utara dan Kisah Memeua-Kobubu</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/telaga-paca-hidden-gem-di-halmahera-utara-dan-kisah-memeua-kobubu/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/telaga-paca-hidden-gem-di-halmahera-utara-dan-kisah-memeua-kobubu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ainur Fajar Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2023 12:16:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Travel & Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Halmahera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=448</guid>

					<description><![CDATA[HALMAHERA &#124; KrisnaNusantara.com &#8211; Pulau Halmahera merupakan pulau...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HALMAHERA | KrisnaNusantara.com</strong> &#8211; Pulau Halmahera merupakan pulau terluas di Kepulauan Maluku. Pulau ini memang dikenal menyimpan banyak sekali keindahan alam yang tidak boleh luput dari wishlist para pecinta alam. </p>
<p>Jika yang banyak dikenal dari pulau ini adalah keidahan lautnya, kali ini berbeda. Di Halmahera Utara, tepatnya di Kecamatan Tobelo, kalian akan menemukan hamparan danau yang indah, asri dan tenang.</p>
<p>Adalah Telaga Paca, dengan tenangnya hamparan telaga. Hembusan angin segar dengan latar belakang pegunungan dan hutan rindang yang menjadikannya tempat paling tepat untuk menenangkan diri, meletakkan segala penat dan mengurai kusutnya pikiran. </p>
<p>Bagaimana tidak, <em>landscape</em> yang tersaji bagi mata kita, begitu mempesona. Selain itu, fasilitas yang disuguhkan juga turut memanjakan para pengunjung. Terdapat kafe mini yang menyediakan berbagai minuman dan makanan ringan, disediakan juga gazebo-gazebo kayu yang nyaman untuk bersantai. </p>
<p>Bagi kalian yang ingin berenang, tersedia juga kolam renang lengkap dengan kursi santai di sepanjang pinggirannya yang cocok untuk merebahkan diri menikmati segala panorama yang terpampang.</p>
<p>Bukan hanya itu, Telaga Paca menghadirkan berbagai spot foto yang instagramable bagi kalian yang hobi fotografer atau berselfi ria. Bahkan kalian yang merencanakan meeting dengan rekan-rekan kerja disediakan spot dengan kursi-kursi dan meja panjang yang cocok untuk mengadakan pertemuan. </p>
<p>Tersedia pula penyewaan perahu untuk menyusuri keindahan dan keasrian danaunya. Telaga Paca benar-benar definisi <em>hidden gem</em>-nya Halmahera Utara. </p>
<p>Telaga Paca terletak di desa Talaga Paca. Jaraknya sekitar 25 kilometer dari Kota Tobelo. </p>
<p>Untuk menikmati segala keindaan dan fasilitasnya, kalian cukup merogoh kocek Rp 100 ribu saja per orang dan sudah include makan siang sekali. </p>
<p>Untuk menuju ke Telaga Paca, pelancong dari luar pulau harus menuju kota Ternate terlebih dahulu. Kemudian menyeberang ke pelabuhan Sofifi dan dilanjut perjalanan darat sekitar 4 jam untuk sampai di Desa Talaga Paca ini. </p>
<p>Siapa sangka di balik keindahan dan ketenangan yang disuguhkan, ternyata Telaga Paca menyimpan cerita legenda. </p>
<p>Dilansir dari <em>Kompasiana</em>, menurut cerita rakyat yang telah meluas, konon ada gadis yang bernama Memeua yang tinggal ditengah hutan bersama beberapa keluarga. Karena tinggal di hutan jarak antar rumah satu dengan rumah yang lain berjauhan. </p>
<p>Pada suatu hari datanglah seorang lelaki berasal dari Galela bernama Kobubu. Akhirnya, mereka saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. </p>
<p>Mendekati hari pernikahan, Kobubu memohon kepada Memeua untuk pergi sebentar ke kampung halamannya di Galela. Permintaan Kobubu dipenuhi dengan satu syarat yaitu harus membawa air telaga secukupnya yang berasal dari Gelela.</p>
<p>Sekembalinya dari Galela, dibawalah air dalam seruas bambu yang dibawa Kobubu. Melihat hal tersebut Memeua senang dan menuangkan sebagian air ke dalam bejana dan sebagianya lagi dituangkan ke dalam tanah yang sudah dibuatkan lubang kecil seukuran batok kelapa. </p>
<p>Untuk mencegah air agar tidak kotor, Memeua menutupnya dengan batok kelapa. Keanehan terjadi keesokan harinya, lubang air yang ditutupi tempurung kelapa akhirnya melebar dan membuat tempurung kelapa yang menutupinya mengapung di atas air. </p>
<p>Melihat hal itu, Mememua menutupnya kembali dengan menggunkan tikar yang terbuat dari anyaman daun kelapa. </p>
<p>Keesokan harinya, kali ini tidak hanya Memeua dan Kobubu yang terkejut, melainkan penduduk desa juga terkejut, karena air yang di tampung Memeua semakin melebar dan siap menenggelamkan desa tersebut.</p>
<p>Akhirnya, penduduk lari menyelamatkan diri dengan mengambil barang berharga yang dibawa dari rumah. Sementara pasangan suami istri ini menyelamatkan diri secara terpisah. Memeua lari ke arah tenggara, sedangkan Kobubu lari ke arah barat laut. </p>
<p>Gelombang air menyebar menenggelamkan pemukiman penduduk dan mengejar warga yang menyelamatkan diri, termasuk pasangan Memeua dan Kobubu. Memeua berlari menyelamatkan diri dengan cara memegang pada batang pohon Torobuku. </p>
<p>Ganasnya air yang menghampiranya, memutuskan Memeua untuk berkorban demi terhentinya air dengan cara booteke yaitu proses gaib dengan menyatukan diri ke dalam pohon.</p>
<p>Memeua berucap kepada air agar berhenti mengalir cukup sampai di sini dan jangan melebar. Memeua juga mengatakan kepada air agar mengalir ke kali Mawea. Ajaibnya, air yang tadinya mengamuk menuruti kemauan Memeua. </p>
<p>Sementara itu, Kobubu bernasib tidak berbeda. Ia mengorbankan dirinya sebagai pembatas bagian barat agar air berhenti mengalir dan tidak meluas. </p>
<p>Menurut kepercayaan masyarakat Halmahera Utara, jika muncul gelembung-gelembung air di tengah Talaga Paca, hal itu adalah perwujudan dari Kobubu yang sedang bernapas. </p>
<p>Sedangkan pohon Torobuku yang berada di tepi Talaga Paca adalah perwujudan dari Memeua yang melakukan bootake. *)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/telaga-paca-hidden-gem-di-halmahera-utara-dan-kisah-memeua-kobubu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanjung Bongo Halmahera: Surga Bawah Laut, Miniatur Raja Ampat</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/tanjung-bongo-halmahera-surga-bawah-laut-miniatur-raja-ampat/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/tanjung-bongo-halmahera-surga-bawah-laut-miniatur-raja-ampat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ainur Fajar Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Dec 2023 02:52:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Travel & Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Halmahera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=366</guid>

					<description><![CDATA[HALMAHERA &#124; KrisnaNusantara.com &#8211; Pesona alam bagian timur...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HALMAHERA | KrisnaNusantara.com</strong> &#8211; Pesona alam bagian timur Indonesia, dikenal berhasil membius mata wisatawan. </p>
<p>Seperti di Maluku Utara pulau Halmahera, tepatnya di Kecamatan Galela. Di sana, terdapat wisata alam yang kerap disebut-sebut sebagai miniatur Raja Ampat. </p>
<p>Wisata alam yang mempesona ini dinamai Tanjung Bongo. Di wisata ini, mata anda akan dimanjakan oleh hamparan laut yang jernih dengan pulau-pulau kecil tersebar di sekelilingnya, lengkap dengan pepohonan hijau segar yang tumbuh di atasnya. </p>
<p>Perpaduan pepohonan hijau dan luasnya langit biru yang dihadapkan dengan jernihnya air laut, memantulkan warna hijau tosca yang sangat cantik sepanjang mata memandang hamparan laut di Tanjung Bongo ini.</p>
<p>Bukan hanya itu, air lautnya yang sangat jernih membuat mata kita dapat menangkap keindahan biota laut yang ada di dalamnya. Terumbu-terumbu karang, ikan-ikan beraneka ragam jenis dan ukuran, membuat Tanjung Bongo juga menjadi tempat yang tepat untuk diving dan snorkeling menikmati surga bawah lautnya. </p>
<p>Bagi yang ingin menikmati liburannya di sini, bisa menuju ke Kota Ternate terlebih dahulu. Kemudian dari sana pengunjung menempuh perjalanan laut dan darat selama kurang lebih 6 jam.  </p>
<p>Untuk perjalanan laut, dari Ternate ke Pelabuhan Sofifi Halmahera Barat, pegunjung bisa menaiki kapal feri dari Pelabuhan Bastiong Ternate selama kurang lebih 2 jam dengan tiket 35 ribu per orang. </p>
<p>Untuk perjalanan yang lebih singkat, pengunjung juga bisa memilih menaiki kapal speed dari Pelabuhan Mangga Dua Ternate selama 40 menit dengan biaya Rp 50 ribu per orang.</p>
<p>Sesampainya di Sofifi dilanjutkan perjalanan darat selama kurang lebih 4 jam untuk sampai ke Kecamatan Galela. Pengunjung menaiki kendaraan roda empat dengan biaya sewa sekitar Rp 350 ribu sampai 500 ribu. </p>
<p>Setibanya di Galela, pengunjung masih harus menyeberang ke lokasi Tanjung Bongo pakai perahu nelayan selama 5 menit dengan biaya Rp 20 ribu per orang (pergi-pulang). </p>
<p>Lelahnya perjalanan panjang tersebut, akan terobati setelah menyaksikan sendiri keindahan pesona Tanjung Bongo, miniatur Raja Ampat yang tak ternilai harganya.</p>
<figure id="attachment_367" aria-describedby="caption-attachment-367" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2023/12/tanjung-bongo-halmahera-maluku-utara-1.jpg" alt="tanjung bongo halmahera maluku utara 1" width="700" height="450" class="size-full wp-image-367" title="Tanjung Bongo Halmahera: Surga Bawah Laut, Miniatur Raja Ampat 1"><figcaption id="caption-attachment-367" class="wp-caption-text">Air laut yang jernih di Tanjung Bongo menjadikan tempat yang tepat untuk diving dan snorkeling menikmati surga bawah lautnya.</figcaption></figure>
<p>Sejak menjadi sorotan dan banyak dikenalkan di media sosial (Medsos), Tanjung Bango tidak pernah sepi dari pengunjung. </p>
<p>Sayangnya, pada akhir 2023 ini, tampaknya Tanjung Bongo terlihat sepi. Jembatan kayu yang digunakan sebagai akses untuk berjalan menikmati titik-titik yang disediakan sebagai spot foto juga sudah tidak lagi terawat. Banyak kayu-kayu jembatan yang sudah lapuk dan rapuh sehingga pengunjung merasa kesulitan berjalan di atasnya. </p>
<p>Liana (36), salah satu pengunjung mengaku, merasakan perbedaan Tanjung Bongo kali ini dengan kunjungan sebelumnya di tahun 2021. Terakhir, dia mengatakan berwisata ke Tangjung Bango pada Oktober 2023 lalu.</p>
<p>&#8220;Dulu saya ke sini masih ramai pengunjung dan jembatannya masih bagus. Sekarang sudah sepi dan banyak yang rapuh kayu jembatannya, saya sampai takut dan harus setengah merangkak untuk melewati anak tangga,&#8221; tuturnya. </p>
<p>Keindahan alam Tanjung Bongo ini memang sudah seharusnya diikuti dengan pemeliharaan secara maksimal. </p>
<p>Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara dan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara diharapkan mampu menaruh perhatian lebih terkait pemeliharaan infrastruktur wisata-wisata alam yang ada juga menggalang promosi yang sedemikian rupa agar keindahan-keindahannya tidak hanya tinggal kenangan. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/tanjung-bongo-halmahera-surga-bawah-laut-miniatur-raja-ampat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
