<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Krisna Nusantara &#8211; Krisna Nusantara</title>
	<atom:link href="https://krisnanusantara.com/tag/krisna-nusantara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://krisnanusantara.com</link>
	<description>Media Online Nasional</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2026 04:47:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2023/11/favicon-krisna-nusantara-100x75.png</url>
	<title>#Krisna Nusantara &#8211; Krisna Nusantara</title>
	<link>https://krisnanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seabad Nahdlatul Ulama: Menjaga Tradisi, Merawat Persatuan Bangsa</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/seabad-nahdlatul-ulama-menjaga-tradisi-merawat-persatuan-bangsa/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/seabad-nahdlatul-ulama-menjaga-tradisi-merawat-persatuan-bangsa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 04:47:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#Krisna Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#menjaga tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[#NahdlatulUlama]]></category>
		<category><![CDATA[#seabad NU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=5832</guid>

					<description><![CDATA[KrisnaNusantara.com      Nahdlatul Ulama (NU) telah memasuki...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KrisnaNusantara.com <a href="https://krisnanusantara.com/">    </a> Nahdlatul Ulama (NU) telah memasuki usia satu abad sebagai organisasi keagamaan yang memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Indonesia. Didirikan pada 31 Januari 1926, NU tumbuh dan berkembang tidak hanya sebagai organisasi keislaman, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan, budaya, dan persatuan. Peringatan seabad NU menjadi momentum refleksi atas kiprah panjang organisasi ini dalam merawat Islam yang moderat serta kontribusinya bagi kehidupan sosial masyarakat.</p>
<p><img decoding="async" src="https://assets.pikiran-rakyat.com/crop/120x84:1080x763/720x0/webp/photo/2026/01/13/2695846022.jpg" alt="Link download logo harlah NU 2026 format PNG PDF PSD gratis untuk persiapan poster Harlah 1 Abad NU tahun 2026 versi masehi lengkap." title="Seabad Nahdlatul Ulama: Menjaga Tradisi, Merawat Persatuan Bangsa 3"><a href="https://beritadiy.pikiran-rakyat.com/citizen/pr-709929447/link-download-logo-harlah-nu-2026-format-png-psd-cdr-pdf-persiapan-harlah-1-abad-nu-versi-masehi-gratis" target="_blank" rel="noopener">poster Harlah 1 Abad NU tahun 2026 versi masehi</a></p>
<p>Nahdlatul Ulama didirikan oleh para ulama pesantren, dengan tokoh sentral KH. Hasyim Asy’ari, sebagai respons atas kebutuhan umat Islam dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di tengah perubahan zaman. Sejak awal berdirinya, NU menempatkan diri sebagai organisasi yang berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren dan kearifan lokal.</p>
<p>Keberadaan NU menjadi wadah perjuangan ulama dalam membimbing umat, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan.</p>
<p>Dalam satu abad perjalanannya, NU dikenal sebagai penjaga Islam yang ramah, toleran, dan moderat. NU mengajarkan pentingnya keseimbangan antara tradisi dan modernitas, antara ibadah ritual dan kepedulian sosial.</p>
<p>Melalui pesantren, majelis taklim, dan organisasi otonomnya, NU berperan aktif dalam mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan berwawasan kebangsaan.</p>
<p>NU tidak hanya berkiprah di ranah keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada tahun 1945 menjadi salah satu bukti nyata peran NU dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Hingga kini, NU terus berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan UUD 1945 sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Peringatan seabad NU menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga nilai toleransi, persatuan, dan moderasi beragama. NU mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama.</p>
<p>Generasi muda diharapkan dapat melanjutkan estafet perjuangan NU dengan cara-cara yang relevan dengan zaman, namun tetap berpegang pada nilai luhur yang telah diwariskan para pendiri.</p>
<p>Satu abad perjalanan Nahdlatul Ulama merupakan bukti ketangguhan organisasi ini dalam menghadapi berbagai dinamika zaman. Dengan tetap berpijak pada tradisi dan terbuka terhadap perubahan, NU terus berperan sebagai penjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.</p>
<p>Peringatan seabad NU bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam merawat persatuan, menjaga tradisi, dan menatap masa depan bangsa dengan penuh optimisme.</p>
<p><img decoding="async" src="https://tokohinspiratif.id/wp-content/uploads/2023/03/Screenshot_20200131-0924522-300x208.png" alt="Screenshot 20200131 0924522" title="Seabad Nahdlatul Ulama: Menjaga Tradisi, Merawat Persatuan Bangsa 4"></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>.(nath)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/seabad-nahdlatul-ulama-menjaga-tradisi-merawat-persatuan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Komite Hijaz hingga Lahirnya Nahdlatul Ulama</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/dari-komite-hijaz-hingga-lahirnya-nahdlatul-ulama/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/dari-komite-hijaz-hingga-lahirnya-nahdlatul-ulama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 09:35:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[#komite hijaz]]></category>
		<category><![CDATA[#Krisna Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#lahirnya NU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=5771</guid>

					<description><![CDATA[krisnaNusantara.com     Perubahan besar di Tanah Suci pada...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-5772" src="https://krisnanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-20-at-16.12.45-2.jpeg" alt="WhatsApp Image 2026 01 20 at 16.12.45 2" width="1536" height="1024" title="Dari Komite Hijaz hingga Lahirnya Nahdlatul Ulama 6">krisnaNusantara.com <a href="https://krisnanusantara.com/">   </a> Perubahan besar di Tanah Suci pada awal 1920-an menjadi titik balik penting dalam sejarah ulama Nusantara. Kegelisahan terhadap nasib tradisi keagamaan di Makkah dan Madinah mendorong ulama pesantren untuk bergerak lebih terorganisir.</p>
<p>Ketika Dinasti Saud yang berpaham Wahabi menguasai Hijaz, berbagai praktik keagamaan tradisional dibatasi. Kabar ini mengguncang umat Islam Nusantara yang mayoritas bermazhab Syafi’i.</p>
<p>Sebagai respons, para ulama membentuk Komite Hijaz, yang bertugas mengirim delegasi ke Arab Saudi untuk memperjuangkan kebebasan bermadzhab. Keberhasilan diplomasi ini menumbuhkan keyakinan bahwa perjuangan ulama membutuhkan organisasi permanen.</p>
<p>Dalam proses konsolidasi tersebut, KH. Hasyim Asy’ari dari Pesantren Tebuireng Jombang tampil sebagai figur sentral. Bersama KH. Wahab Hasbullah dan ulama lainnya, beliau memimpin lahirnya organisasi besar yang menaungi kepentingan umat.</p>
<p>Pada 31 Januari 1926, Nahdlatul Ulama resmi didirikan sebagai wadah kebangkitan ulama pesantren dengan komitmen pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan sikap moderat.</p>
<p>Lahirnya Nahdlatul Ulama merupakan puncak dari perjalanan panjang ulama Nusantara. Dari kegelisahan, diplomasi, hingga konsolidasi, NU hadir sebagai penjaga tradisi, persatuan, dan masa depan Islam Nusantara.</p>
<p>(dilansir dari berbagai sumber)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(nath)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/dari-komite-hijaz-hingga-lahirnya-nahdlatul-ulama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nahdlatut Tujjar, Nahdlatul Wathan, dan Taswirul Afkar: Fondasi  Awal Gerakan Ulama</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/nahdlatut-tujjar-nahdlatul-wathan-dan-taswirul-afkar-fondasi-awal-gerakan-ulama/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/nahdlatut-tujjar-nahdlatul-wathan-dan-taswirul-afkar-fondasi-awal-gerakan-ulama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 09:26:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[#Krisna Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#organisasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[#sejarah NU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=5768</guid>

					<description><![CDATA[KrisnaNusantara.com &#8211; Jauh sebelum Nahdlatul Ulama resmi berdiri,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KrisnaNusantara.com &#8211; Jauh sebelum Nahdlatul Ulama resmi berdiri, para ulama pesantren telah membangun fondasi perjuangan melalui berbagai organisasi. Fondasi ini tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga ekonomi, pendidikan, dan pemikiran.</p>
<p>Pada 1918, KH. Wahab Hasbullah mendirikan Nahdlatut Tujjar, sebuah organisasi yang menghimpun pedagang Muslim untuk memperkuat ekonomi umat. Organisasi ini lahir dari kesadaran bahwa kemandirian ekonomi adalah syarat penting bagi kebangkitan umat.</p>
<p>Sebelumnya, pada 1916, berdiri Nahdlatul Wathan yang bertujuan menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air di kalangan santri. Pendidikan dan nasionalisme menjadi perhatian utama organisasi ini.</p>
<p>Selain itu, lahir pula Taswirul Afkar, forum diskusi intelektual yang menjadi ruang dialog para ulama dan santri dalam membahas persoalan agama, sosial, dan kebangsaan. Forum ini melatih santri berpikir kritis dan terbuka.</p>
<p>Ketiga organisasi ini sering disebut sebagai trilogi awal gerakan NU, yang masing-masing mengisi ruang perjuangan berbeda namun saling melengkapi.</p>
<p>Nahdlatut Tujjar, Nahdlatul Wathan, dan Taswirul Afkar menjadi fondasi kuat bagi lahirnya NU. Dari sinilah terlihat bahwa NU sejak awal bukan hanya gerakan keagamaan, melainkan gerakan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan umat.</p>
<p>(dilansir dari berbagai sumber)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(nath)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/nahdlatut-tujjar-nahdlatul-wathan-dan-taswirul-afkar-fondasi-awal-gerakan-ulama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pergulatan Umat Islam Awal Abad ke-20: Jalan Panjang Menuju Lahirnya NU</title>
		<link>https://krisnanusantara.com/pergulatan-umat-islam-awal-abad-ke-20-jalan-panjang-menuju-lahirnya-nu/</link>
					<comments>https://krisnanusantara.com/pergulatan-umat-islam-awal-abad-ke-20-jalan-panjang-menuju-lahirnya-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Krisna Nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 09:20:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asal Usul]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[#berdirinya NU]]></category>
		<category><![CDATA[#Krisna Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#sejarah islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krisnanusantara.com/?p=5764</guid>

					<description><![CDATA[Krisna Nusantara.com., Awal abad ke-20 menjadi masa penuh...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://krisnanusantara.com/">Krisna Nusantara.com.,</a> Awal abad ke-20 menjadi masa penuh dinamika bagi umat Islam di Hindia Belanda. Penjajahan kolonial, arus modernisasi, serta masuknya pemikiran Islam pembaruan menempatkan umat Islam di persimpangan sejarah. Di tengah situasi inilah kesadaran untuk berorganisasi mulai tumbuh, menjadi fondasi awal lahirnya Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Umat Islam kala itu menghadapi tekanan berlapis. Secara politik dan ekonomi, kolonialisme Belanda membatasi ruang gerak pribumi. Sementara secara pemikiran, muncul perbedaan pendekatan keagamaan antara kelompok pembaru dan ulama pesantren.</p>
<p>Berdirinya Sarekat Islam pada 1912 menjadi tonggak kesadaran kolektif umat Islam dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi dan politik. Di tahun yang sama, Muhammadiyah hadir membawa semangat pendidikan modern dan pemurnian ajaran Islam.</p>
<p>Bagi ulama pesantren, perubahan ini menimbulkan kegelisahan tersendiri. Tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah yang telah mengakar kuat di masyarakat mulai diperdebatkan. Namun kegelisahan ini justru melahirkan kesadaran bahwa ulama tradisional perlu memiliki wadah sendiri untuk menjaga tradisi sekaligus merespons zaman.</p>
<p>Pergulatan sosial, politik, dan keagamaan di awal abad ke-20 menjadi latar penting lahirnya NU. Kesadaran berorganisasi umat Islam menjadi pintu awal bagi bangkitnya gerakan ulama pesantren yang kelak menjelma menjadi Nahdlatul Ulama.</p>
<p>(dilansir dari berbagai sumber)</p>
<p>(nath)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krisnanusantara.com/pergulatan-umat-islam-awal-abad-ke-20-jalan-panjang-menuju-lahirnya-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
