KesehatanPeristiwa

Pemkab Jombang Meluncurkan Perbup Skrining Aktif Dan Gerakan “Jombang SAE” Untuk Eliminasi TBC.

×

Pemkab Jombang Meluncurkan Perbup Skrining Aktif Dan Gerakan “Jombang SAE” Untuk Eliminasi TBC.

Sebarkan artikel ini
IhwvtsFzo4KuFGCn6usdllyFWQou3yjELlHLGCg0

JombangKrisnaNusantara.com, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kesehatan terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menurut, khusunya Tuberkulosis (TBC). Senagai bentuk keseriusan tersebut, Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si., secara resmi meluncurkan Peraturan Bupati (Perbup) Jombang Nomor 25 Tahun 2026 tentang Skrining Aktif dan Edukasi Tuberkulosis di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang pada Rabu (03/06/2026).

Peraturan ini menjadi landasan kebijakan yang bertujuan mempercepat penemuan kasus TBC, memastikan penderita memperoleh pengobatan hingga tuntas, serta menekan penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat. Melalui regulasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang juga memperkuat program “Jombang SAE” (Skrining Aktif dan Edukasi Tuberkulosis) sebagai bentuk dukungan terhadap target nasional Eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, M.KP., menjelaskan bahwa penerapan Perbup ini membawa perubahan dalam sistem penanggulangan TBC di Kabupaten Jombang. Jika sebelumnya penemuan kasus lebih banyak bergantung pada pasien yang datang sendiri ke fasilitas kesehatan, kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih aktif melalui kegiatan skrining pada kelompok berisiko tinggi serta penelusuran kontak erat atau kontak serumah penderita TBC. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

y7TFMSG1bwid33s1NCqGgi9NV9hPrWtA274SUBLi

Dalam sambutannya, Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., menekankan bahwa masih adanya kasus Tuberkulosis (TBC) yang belum teridentifikasi dapat berdampak pada menurunnya produktivitas keluarga serta kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jombang. Oleh karena itu, Bupati yang akrab disapa Abah Warsubi mengajak seluruh perangkat daerah terkait, para camat, kepala desa, dan lurah untuk bersama-sama mengambil peran aktif dan bergerak secara terpadu dalam upaya pencegahan, deteksi dini, serta penanganan TBC di wilayah masing-masing.

“Saya berharap, semua pihak dapat menjalankan perannya secara optimal. Begitu pula perangkat daerah lainnya agar berkontribusi sesuai tugas dan kewenangannya,” ujar bupati Jombang Warsubi.

“Kita jangan hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Tetapi kita juga harus aktif menjemput bola mendatangi masyarakat, menemukan kasus lebih dini, memberikan edukasi yang tepat, serta memastikan setiap pasien mendapatkan pengobatan hingga sembuh,” Tegas Bupati Warsubi.

Bupati juga memberikan perhatian khusus kepada para camat agar dapat mengoordinasikan kepala desa, kader kesehatan, kader PKK, serta tokoh agama untuk berperan aktif sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui keterlibatan berbagai unsur tersebut, diharapkan warga yang mengalami gejala batuk berkepanjangan atau menunjukkan tanda-tanda Tuberkulosis (TBC) dapat segera melakukan pemeriksaan dan memperoleh penanganan sedini mungkin.

“Kepada rumah sakit, puskesmas, klinik, labolatorium, organisasi profesi, dan seluruh tenaga kesehatan, saya mengajak untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat krining aktif, mempercepat diagnosis, serta memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang tuntas. Kepada para camat, untuk dapat mengoordinasikan kepala desa, lurah, kader kesehatan, kader PKK, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, sehingga dapat menjadi ujung tumpak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, serta membantau menemuakan waraga yang memiliki gejala tuberkulosis untuk segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” tambahnya.

Peluncuran Perbup Nomor 25 Tahun 2026 tidak hanya menjadi langkah strategis dalam pengendalian Tuberkulosis (TBC), tetapi juga mengandung pesan edukatif bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jombang mengajak masyarakat untuk tidak ragu, takut, maupun merasa malu dalam melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Warsubi juga menegaskan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam mendukung proses penyembuhan pasien. Menurutnya, dukungan sosial yang positif dapat memberikan semangat serta membantu pemulihan kondisi psikologis pasien selama menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Mari kita hilangkan stigma terhadap penderita tuberkulosis. Mereka membutuhkan dukungan dan pendampingan, bukan pengucilan. Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat diSEMBUHkan apabila ditemukan sejak dini dan menjalani pengobatan secara teratur sampai selesai,” pungkusnya.

Melalui slogan “Temukan Cepat, Obati Tuntas, Jombang Bebas TBC, gerakan ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan pernapasan, baik bagi diri sendiri maupun anggota keluarga.

zIGttuePqsZ2uZLDBcs0DcRFG5hefD34hje57lPj

Peluncuran program tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama dalam pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2026 oleh seluruh pihak yang hadir, diawali oleh Bupati Jombang sebagai bentuk dukungan terhadap upaya percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, antara lain Staf Ahli, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang, serta para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jombang. Dukungan juga datang dari berbagai instansi vertikal, sektor perbankan, organisasi profesi yang tergabung dalam KOPI TB, Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera, hingga Baznas.

Selain itu, sejumlah organisasi keagamaan dan organisasi perempuan turut menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, di antaranya PCNU, PD Muhammadiyah, Muslimat NU, dan Aisyiyah Kabupaten Jombang. Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TBC hingga ke tingkat masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *