JOMBANG – KrisnaNusantara.com, Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Karangdagangan sukses menyelenggarakan agenda krusial organisasi, yaitu Musyawarah Anggota (MUSYTA) 2026. Pertemuan tertinggi di tingkat ranting ini bertempat di Balai Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, dan dihadiri oleh jajaran pengurus, kader, perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta jajaran pemerintahan desa setempat pada Selasa malam (09/06/2026).
Acara dibuka dengan khidmat, dilanjutkan dengan serangkaian sambutan-sambutan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PAC GP Ansor Bandarkedungmulyo Muhammad Syauqi Hidayatullah (Gus Uqi) menyampaikan pidato pokok yang menyoroti peta kekuatan organisasi di tingkat basis. Ia menjelaskan bahwa keberadaan basis kader senior yang melimpah di Desa Karangdagangan (KD) merupakan keuntungan tersendiri bagi kepengurusan saat ini. Rekam jejak, pengalaman, serta bimbingan dari para senior dinilai menjadi modal sekaligus jangkar utama bagi para kader muda dalam mengarungi dinamika perjuangan pemuda Nahdliyin.

Lebih lanjut, Gus Uqi juga mengapresiasi akselerasi performa Jajaran kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Bandarkedungmulyo yang saat ini dinilai jauh lebih maju dan berkembang pesat. Kemajuan tersebut terlihat nyata pada tiga pilar utama, yakni penguatan nilai-nilai keagamaan (amaliah keaswajaan yang semakin syiar), kemandirian ekonomi kader, serta peningkatan literasi hukum di kalangan pemuda. Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut, ia memberikan instruksi organisasi yang tegas agar sistem pengaderan formal maupun informal di tingkat ranting harus benar-benar berjalan secara konsisten, terstruktur, dan tanpa henti.
Disamping itu, Dr. Joko Prasetyo, S.Sy., S.H., M.H., atau yang biasa disapa Bang Jack selaku akademisi, praktisi hukum, sekaligus kader Ansor menyampaikan bahwasanya kader Ansor hatu paham aturan hukum di zaman sekarang.
“Sebagai kader Ansor, kita tidak cuma harus kuat secara agama dan organisasi, tapi juga wajib paham hukum. Apalagi sekarang zaman medsos, kalau tidak paham aturan, kita bisa gampang tersandung masalah hukum atau termakan hoaks. Kalau kader Ansor pintar hukum, kita bisa bantu warga desa yang sedang kesulitan atau butuh solusi masalah sehari-hari. Jadi, selain memperbanyak anggota, pengaderan kita juga harus diisi dengan pemahaman hukum biar Ansor makin bermanfaat nyata buat warga sekitar,” tegas Bang Jack.
Sinergitas antara umara (pemerintah) dan pemuda juga tergambar dalam forum ini. Tambit, Kepala Desa Karangdagangan yang berhalangan hadir secara langsung lantaran adanya kegiatan ke luar kota, mengutus perwakilan yang disampaikan oleh Wito. Dalam sambutannya, Wito menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari kepala desa atas ketidakhadirannya. Meski demikian, pemerintah desa menegaskan komitmen penuh untuk terus mendukung setiap program positif yang diinisiasi oleh GP Ansor.
Setelah seluruh rangkaian pleno, musyawarah, dan penyusunan rekomendasi organisasi selesai dilaksanakan dengan lancar, acara MUSYTA PR GP Ansor Karangdagangan ini ditutup secara resmi. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Hadi Susilo, memohon keberkahan, kekompakan, serta kemudahan bagi seluruh kader dalam berkhidmat kepada agama, bangsa, dan organisasi.
(RED)







