Pendidikan & BudayaPolitik & Pemerintahan

Pemkab Kediri Dukung Pilot Project BINLAT Pendidikan Karakter di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno

×

Pemkab Kediri Dukung Pilot Project BINLAT Pendidikan Karakter di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno

Sebarkan artikel ini
binlat Kediri

Kediri KrisnaNusantara – Pemerintah Kabupaten Kediri mendukung peluncuran Pilot Project Pembinaan dan Pelatihan (BINLAT) serta Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno, Desa Pojok, pada Minggu (25/1/2026).

Program yang bertema ‘Mengenang Makna Transformasi Koesno ke Soekarno’ ini diikuti oleh 100 peserta, termasuk pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter peserta didik melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung.

Whats App Image 2026 01 25 at 16.27.57

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, melalui Wawan Sugiraharjo, menjelaskan bahwa BINLAT adalah solusi untuk membimbing generasi muda melalui penguatan aspek spiritual, intelektual, dan kultural.

Whats App Image 2026 01 25 at 16.27.57 (1)

Pendidikan karakter memerlukan dukungan dan kolaborasi berbagai elemen untuk membangun karakter anak bangsa, terutama karena lokasi kegiatan yang berada di kawasan cagar budaya memiliki nilai historis dalam menanamkan semangat kebangsaan.

“Kami ingin melihat langsung model BINLAT pendidikan karakter yang diinisiasi oleh Situs Ndalem Pojok untuk membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tumbuh dengan kesadaran sebagai anak bangsa yang semangat untuk mengabdi kepada Indonesia. Nilai-nilai perjuangan dari para founding father diharapkan menjadi energi positif bagi generasi penerus dalam mencapai Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri, Suhardono, mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda dan Polres Kediri atas dukungan mereka, serta kepada para peserta yang ia nilai sebagai calon pemimpin masa depan.

Whats App Image 2026 01 25 at 16.27.56 (1)

Hari ini adik-adik akan menerima materi yang biasanya disampaikan dalam dua minggu, dipadatkan menjadi satu hari. “Kami berharap peserta memahami makna jati diri bangsa Indonesia melalui pemateri yang hadir,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *