KABUPATEN CIREBON — KrisnaNusantara – Lima kecamatan di Kabupaten Cirebon menjadi pusat produksi bawang merah: Losari, Pabedilan, Pabuaran, Gebang, dan Waled.
Berdasarkan data BPS Kabupaten Cirebon, lima kecamatan tersebut konsisten menjadi penghasil bawang merah tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, menguatkan posisi Kabupaten Cirebon sebagai daerah berpotensi besar dalam pengembangan hortikultura.

Pada 2023, Pabedilan menjadi daerah dengan produksi bawang merah tertinggi di Kabupaten Cirebon, mencapai 90.400 kuintal.
Kecamatan Gebang mencapai 86.780 kuintal, dan Pabuaran 64.440 kuintal di Losari 41.660 kuintal, dan Waled 18.010 kuintal.
Setahun kemudian, posisi sentra produksi berubah. Kecamatan Pabedilan mencatat produksi tinggi sebesar 87.230 kuintal. Losari melonjak menjadi 82.600 kuintal dan berada di posisi kedua.
Pabuaran mencatat produksi 43.500 kuintal, Gebang 41.640 , Waled menghasilkan 22.310 kuintal.
Pada 2025, Losari mencatatkan produksi bawang merah terbesar di Kabupaten Cirebon, yaitu 85.629 kuintal. Pabedilan di posisi kedua dengan 71.700 kuintal, diikuti Pabuaran dengan 49.308 kuintal.
Babakan masuk lima besar dengan produksi 29. 520 kuintal, sementara Gebang 26.100 kuintal.
Perubahan komposisi lima besar menunjukkan dinamika produksi bawang merah di Kabupaten Cirebon.
Losari, Pabedilan, dan Pabuaran tetap sebagai wilayah produksi tinggi, sedangkan Babakan mulai masuk dalam jajaran penghasil terbesar pada 2025.
Petani di Kecamatan Ciledug, Pangenan, Karangsembung, Karangwareng, Lemahabang, dan Sedong juga mengembangkan bawang merah, meski produksinya masih di bawah lima kecamatan sentra.
Luas panen bawang merah di Kabupaten Cirebon mencapai 3.121 hektare dengan produksi 343.019 kuintal pada 2023.
Pada 2024, luas panen meningkat menjadi 3.205 hektare dengan produksi 320.944 kuintal.
Sementara itu, pada 2025 luas panen mencapai 3.026,79 hektare dengan produksi 301.665 kuintal.
Sentra produksi di sejumlah kecamatan menjadi modal penting bagi Pemkab Cirebon untuk mengembangkan sektor pertanian, khususnya bawang merah.
Potensi ini memfasilitasi peningkatan produktivitas dan daya saing petani di berbagai wilayah. (DISKOMINFO)







