PemerintahanPendidikan

Pemerintah Jombang Mendukung Pengembangan Sekolah Masyarakat Yang Kurang Mampu Hingga Hibahkan 6,3 Hektar Untuk Sekolah Rakyat Terintegritas 1 Jombang

×

Pemerintah Jombang Mendukung Pengembangan Sekolah Masyarakat Yang Kurang Mampu Hingga Hibahkan 6,3 Hektar Untuk Sekolah Rakyat Terintegritas 1 Jombang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260730 WA0083 1024x683 1

JombangKrisnaNusantara., “Harapan baru bagi masa depan pendidikan” kini terbuka lebih lebar bagi ratusan anak di Kabupaten Jombang. Momentum dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Jombang di Gedung Baru Sekolah Rakyat Terintegritas (SRT) 1 Jombang yang berlokasi di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang , Kamis (30/07/2026).

Sebagai bagian dari rangkaian acara pelaksanaan MPLS disandingkan dengan kegiatan open house yang melbatkan peserta didik, guru, tenaga kependidikan serta unsur pemerintah dan Lembaga terkait Sekolah yang berdiri di atas lahan hibah seluas 6,3 hektare milik Pemkab Jombang tersebut saat ini menampung 370 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Sejumlah pejabat daerah turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Jombang H Warsubi, S.H., M.Si., Wakil Bupati Jombang H Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Ketua DPRD Kabupaten Jombang H Hadi Atmaji, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Dyah Ambarwati, dan Sekretaris Daerah Jombang H Agus Purnomo. Hadir pula perwakilan Kantor Staf Presiden, Kementerian Sosial, Dinas Sosial Jawa Timur, jajaran perangkat daerah, serta sejumlah unsur pendukung lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jombang Warsubi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang memulai tahun ajaran baru. Ia berharap kegiatan MPLS menjadi bekal awal bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, menumbuhkan semangat belajar, serta beradaptasi dengan sistem Pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat Terintegritas (SRT) 1 Jombang.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajarlah dengan lebih semangat, rajin, dan giat untuk meraih prestasi. Jangan ragu terhadap kemampuan diri sendiri karena setiap anak memiliki potensi untuk berhasil selama mau berusaha, tekun belajar, dan tidak mudah menyerah,” pesan Bupati Jombang kepada para peserta didik.

Melalui pesan tersebut, Warsubi menegaskan pentingnya Pendidikan sebagai sarana untuk memutus rantai keterbatasan sosial dan ekonomi. Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dibangun agar setiap anak memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan berkualitas tanpa memandang latar belakang keluarga maupun konndisi ekonomi.

Selain itu, Warsubi mengingatkan para siswa bahwa mereka merupakan generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kedisiplinan, kejujuran, keterampilan, karakter yang baik, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, fasilitas pendidikan, hingga kehidupan berasrama. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat persahabatan antarsiswa sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri sebagai bagian dari keluarga besar Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Jombang.

Pemerintah Kabupaten Jombang turut menyampaikan apresiasi kepada para guru, tenaga kependidikan, pendamping, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengelolaan sekolah tersebut. Para pendidik juga diharapkan terus memberikan pendampingan dan bimbingan dengan penuh kesabaran demi mendukung perkembangan para peserta didik.

Tak hanya itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif. Setiap siswa diharapkan memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi sesuai bakat masing-masing. Dukungan fasilitas serta pendampingan yang berkelanjutan dinilai menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan perkembangan para peserta didik.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Jombang menampung 370 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri atas 270 murid baru, masing-masing 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, terdapat 100 siswa lama yang sebelumnya telah menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat rintisan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Jombang membangun sekolah permanen di Desa Tunggorono. Penyediaan lahan hibah seluas 6,3 hektare menjadi fondasi penting dalam mendukung pengembangan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Jombang.

“Alhamdulillah Jombang mendapatkan kesempatan yang pertama mendirikan Sekolah Rakyat. Hari ini dapat kita saksikan bangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Jombang dengan gedung yang luar biasa, tata letak luar biasa, dan seluruh pendidik yang luar biasa. Ini adalah keberkahan bagi Kabupaten Jombang,” jelas Bupati Warsubi dengan rasa syukur.

Andik Minarto, S.Pd., sebagai Kepala Sekolah  Rakyat Terintegritas 1 Kabupaten Jombang, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan telah beralan sejak 14 juli 2025. Pada tahap awal, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan fasilitas Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung.

Menurut Andik, dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam penyediaan lahan serta pembangunan gedung permanen sangat membantu perkembangan sekolah. Setelah sekitar satu tahun menempati lokasi sementara, Sekolah Rakyat akhirnya mulai menggunakan gedung baru dan mengawali MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di Desa Tunggorono pada Kamis (30/7/2026).

Suasana pembukaan MPLS berlangsung meriah dengan beragam penampilan yang ditampilkan para peserta didik. Mereka mempersembahkan atraksi Pasukan Baris-Berbaris, storytelling berbahasa Inggris, pertunjukan musik dan nyanyian, kungfu, hingga pantomim. Berbagai penampilan tersebut mencerminkan beragam potensi dan bakat yang dikembangkan selama mengikuti proses pendidikan.

Setibanya di lokasi, Bupati Jombang Warsubi disambut yel-yel anggota Pramuka. ia menerima buket bunga dari para peserta didik, kemudian disambut penampilan Tari Remo “Cucuk Lampah”. Selain itu Bupati Jombang Warsubi secara simbolis menyerahkan paket perlengkapan sekolah dan kebutuhan asrama kepada murid baru. Bantuan itu diharapkan dapat menunjang kesiapan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran sekaligus menjalani kehidupan berasrama.

Menjelang berakhirnya kegiatan, Bupati Jombang bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium, ruang guru, hingga ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Rombongan juga menyaksikan berbagai karya seni hasil kreativitas para siswa yang dipamerkan di lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *