Sleman–KrisnaNusantara.com, Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan jajaran Forkopimda menyelenggarakan rapat koordinasi lintas sektor guna mempersiapkan pengamanan Idul Fitri 1447 H pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Prima SR Hotel & Convention ini bertujuan untuk memastikan perayaan Lebaran di wilayah Sleman berjalan dengan aman, tertib, serta lancar, sambil menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan kelancaran arus lalu lintas.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya menjaga harga tetap stabil dan mengendalikan inflasi menjelang hari raya. Ia meminta agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperketat pemantauan harga di pasar, serta meningkatkan koordinasi dengan distributor, sehingga permintaan masyarakat yang meningkat di masa Lebaran dapat terkelola dengan baik.
“Sinergi, komunikasi yang baik, serta kecepatan respons menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah,” tegas Harda.
Selain fokus pada stabilitas harga, Pemerintah Kabupaten Sleman juga menugaskan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman untuk terus memantau perkembangan sosial di masyarakat, sehingga potensi gangguan dapat terdeteksi sejak dini selama periode Lebaran.
Di bidang pengamanan, Kepolisian Resor Kota Sleman menyiapkan Operasi Ketupat Progo 2026, yang akan digelar selama 13 hari mulai 13 Maret 2026, dengan mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Sebanyak 1.400 Personel gabungan yang terdiri dari Porli, TNI, Instansi terkait, dan relawan akan dikerahkan untuk mengamankan wilayah sleman.
Pelaksana Harian Kapolresta Sleman, Roedy Yulianto, menyampaikan bahwa pengamanan akan dipusatkan di beberapa titik penting dengan mendirikan empat pos utama sebagai pusat koordinasi dan pengawasan.
“Pos tersebut meliputi satu Pos Terpadu di kawasan Tempel sebagai gerbang perbatasan DIY-Jawa Tengah, dua Pos Pengamanan di Ambarukmo Plaza untuk melayani masyarakat di pusat aktivitas publik,” jelas Roedy.
Mengantisipasi tingginya arus kendaraan selama masa mudik dan balik lebaran, kepolisisan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara situasional. Seperti pemanfaatan akses masuk tol fungsional Purwomartani untuk jalur arus balik, serta pengaturan titik putar balik (U-turn) di sepanjang jalan solo, guna mengurangi potensi penumpukan kendaraan.
Selain itu, Satlantas Polresta Sleman akan menutup sebagian besar U-turn di jalur dari SP3 ADS hingga Proliman, kecuali beberapa titik strategis seperti di depan Telkom Kalasan dan Sendang Ayu. Pengamanan khusus juga akan diberlakukan di destinasi wisata populer seperti Tebing Breksi dan Obelix Hills, yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung selama masa libur Lebaran.
Selain itu, Satlantas Polresta Sleman akan menutup sebagian besar U-turn di jalur dari SP3 ADS hingga Proliman, kecuali beberapa titik strategis seperti di depan Telkom Kalasan dan Sendang Ayu. Pengamanan khusus juga akan diberlakukan di destinasi wisata populer seperti Tebing Breksi dan Obelix Hills yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung selama masa libur Lebaran.
“Kepolisian juga menegaskan akan menindak tegas berbagai pelanggaran lalu lintas, termsauk penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi (knalpot brong), serta kendaraan roda dua yang memasuki jalur cepat di jalan Padjajaran. Tim pengurai kemacetan akan ditempatkan di sejumlah simpul lalu lintas, salah satunya di Simpang Empat Danggung yang berada di dekat pusat perbelanjaan Sleman City Hall,” ujar Roedy.
Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi bencana mengingat beberapa wilayah Sleman berada di zona rawan terutama di lereng Gunung Merapu serta jalur wisata dengan medan yang curam. BPBD bersama instansi terkait diminta meningkatkan kesiapsiagaan selama libur Lebaran.
Untuk memastikan layanan kesehatan darurat, sejumlah rumah sakit rujukan juga disiapkan, antara lain RSUD Sleman, RSA UGM, dan RSUP Dr. Sardjito.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, baik bagi para pemudik maupun wisatawan yang berkunjung ke Bumu Sembada selama perayaan Idul Fitri 1447 H.
shinta







