Magelang–KrisnaNusantara Bupati Magelang Grengseng Pamuji melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang. Prosesi tersebut berlangsung di Pendopo drh. Soepardi, kompleks Setda Kabupaten Magelang, pada Rabu (18/2). Pelantikan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola birokrasi berbasis kometensi, sistem merit, serta percepatan transformasi kinerja aparatur sipil negara.
Pelantikan ini ditetapkan melalui Keputusan Bupati Magelang Nomor 180.182/12/22/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan pimpinan tinggi pratama. Merujuk pada hasil akhir uji kopetensi yang tertuang dalam Berita Acara Nomor 070/Uji Kom-PPTP/MGL/10/2025 tanggal 05 Oktober 2025, serta rekomendasi Badan Kepegawaian Negara melalui Surat Nomor 10082/R-AK.02.03/SD/F/2026 tanggal 13 Februari 2026.
Dalam keputusan itu, pemerintah daerah telah memberhentikan dengan hormat sejumlah pejabat dari jabatan sebelumnya beserta ucapan terima kasih atas pengabdian mereka, sekaligus mengangkat pejabat baru sesuai hasil uji kompetensi. Keputusan itu berlaku sejak tanggal pelantikan, dengan ketentuan akan dilakukan perbaikan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan administrasf.
Berikut adalah nama-nama Pejabat yang dilantik yakni:
- Slamet Ahmad Husen, S.E., M.M. sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan
- Wisnu Argo Budiono, M.M. sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
- Bella Pinarsi, S.H., M.M. sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
- Saifudin, S.H. sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran
- Edi Wasono, S.H. sebagai Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Uasaha Kecil dan Menengah
- Aziz Amin Mujahidin, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
- Iwan Sutiarso, S.Sos., M.Si. sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
- Taufik, S.H., M.H sebagai Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
- Nanda Cahyadi Pribadi, AP., M.Si. sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah
- Labaika Nugroho, S.STP., M.S.Si. sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
- Budi Daryanto, S.STP., M.Si. sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu
- Gunawan Yudi Nugroho, S.STP., M.M. sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
- Taufik Hidayat Yahya, S.STP., M.Si. sebagai Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
- Bambang Hermanto, S.STP. M.Si sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Dalam sambutannya bupati magelang Grengseng Pamuji menegaskan, mutasi jabatan bukan hanya sekedar rotai administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah. Ia menekankan pentingnya kompetensi dan sistem merit dalam setiap penempatan jabatan.
“Penempatan jabatan hari ni kami upayakan berlandaskan kompetensi dan meritokrasi. Potensi menjadi prioritas dalam menentukan posisi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang,” ujar grengseng bupati magelang.
Menurutnya, dalam proses penataan jabatan telah melewati assessment dan pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Diharapkan hasilnya menjadi jembatan mendorong transformasi birokrasi yang lebih adaptif dan berdampak bagi masyarakat.
Bupati magelang grengseng juga meminta untuk para pejabat baru yang dilantik beradaptasi di lingkungan kerja masing-masing dan mengidentifikasi persoalan yang ada di sektor tugasnya. Penyusunan rencana aksi daerah menjadikan langkah awal untuk melihat program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan warga magelang.
“kunci pemerintahan Kabupaten Magelang ke depan adalah kolaborasi. Tidak ada OPD paling unggunl. Semua target hanya bisa dicapai seluruh komponen bekerja bersama,” pungkasnya.
Bupati magelang greseng juga menambahkan, kinerja birokrasi ke depan harus sudah berbasis data ynag akurat agar capaian pembangunan dapat terukur secara nyata. Ia menilai masyarakat kini menunggu dampak langsung dari program pemerintah, bukan hanya sekedar target administrasi.
Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan organisasi sekaligus upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif terhadap tantangan pembangunan. Pemerintah Kabupaten Magelang menargetkan kolaborasi lintas perangkat daerah mampu mempercepat realisasi program prioritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
shinta








