Politik & Pemerintahan

Wakapolri Tinjau Kesiapan Peresmian Museum Nasional Marsinah di Nganjuk

×

Wakapolri Tinjau Kesiapan Peresmian Museum Nasional Marsinah di Nganjuk

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 04 22 at 15.06.53
Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Memberikan Instruksi Langsung Sebelum Peresmian.

NGANJUKKrisnaNusantara.com. Deru mesin kendaraan dinas kepolisian memecah keheningan pagi di Desa Nglundo, Sukomoro. Sejak pukul 06.00 WIB, Rabu (22/04/2026), personel Polres Nganjuk dan Polsek Sukomoro telah bersiaga di setiap simpul jalan. Mereka menyambut kedatangan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. dalam agenda krusial: memastikan kesiapan peresmian Museum Ibu Marsinah.

WhatsApp Image 2026 04 22 at 15.03.11
Wakapolri, Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk Berada Di Pelataran Museum Ibu Marsinah

Sebelum menginjakkan kaki di kompleks museum, Wakapolri beserta rombongan melakukan prosesi khidmat dengan berziarah ke makam Ibu Marsinah, yang kini telah resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional.

Didampingi oleh Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi (Kang Marhaen) dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, Wakapolri tampak menundukkan kepala sejenak, memberikan penghormatan tertinggi bagi pejuang hak buruh tersebut di pusara yang berjarak hanya 1 kilometer dari lokasi museum.

WhatsApp Image 2026 04 22 at 15.04.22
Wakapolri Dan Rombongan Melakukan Ziarah Dan Doa Bersama Di Makam Ibu Marsinah

Setibanya di pelataran museum yang megah, Komjen Pol. Dedi Prasetyo langsung bergerak cepat. Sambil memantau detail bangunan yang sudah mencapai progres 100%, ia memberikan instruksi langsung kepada jajaran pimpinan daerah Nganjuk.

“Penataan lahan parkir harus maksimal dan stand UMKM wajib dikelola dengan apik. Kita ingin peresmian ini tidak hanya menjadi seremoni, tapi juga penggerak ekonomi warga sekitar,” tegas Wakapolri di hadapan Kang Marhaen.

Museum ini dijadwalkan akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu, 2 Mei 2026 mendatang. Kehadiran museum ini diproyeksikan menjadi ikon baru perjuangan hak asasi manusia dan ketenagakerjaan di Indonesia.

Suasana semakin emosional dengan kehadiran tokoh buruh, Sekjen Serikat Pekerja Bersatu Sejahtera (SPBS), Paryono. Di mata kaum pekerja, berdirinya museum ini adalah pengakuan negara atas tetes keringat dan darah perjuangan kaum buruh.

Dengan nada berapi-api, Paryono menyampaikan pesan yang menggetarkan:
“Marsinah mengajarkan kita bahwa upah layak adalah hak yang harus diperjuangkan! Biarlah semangatnya membakar urat nadi kita. Jangan biarkan keringatmu diperas tanpa keadilan. Bangkit, berdiri, dan bersuaralah demi martabat yang setara!” pungkasnya.

 

Rio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *