Pendidikan & BudayaSejarahSosial

Peringatan May Day 2026, SPBS Nganjuk Mengadakan Doa Bersama dan Tabur Bunga di Makam Marsinah

×

Peringatan May Day 2026, SPBS Nganjuk Mengadakan Doa Bersama dan Tabur Bunga di Makam Marsinah

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 05 03 at 19.06.12

NganjukKrisnaNusantara, Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Serikat Pekerja Bersatu Sejahtera (SPBS) Kabupaten Nganjuk menggelar doa bersama dan tabur bunga di makam Marsinah yang berlokasi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan ini diikuti ratusan pekerja yang tergabung dalam SPBS sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Marsinah, yang dikenal sebagai simbol perjuangan buruh di Indonesia. Acara berlangsung khidmat sejak pagi hari dengan rangkaian kegiatan religius dan reflektif.

Agenda diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Suhadi, Ketua LSM Cakra Baskara Nusantara Cabang Nganjuk. Selanjutnya, doa bersama dipimpin oleh Dr. Joko Prasetyo, S.Sy., S.H., M.H., selaku pendiri SPBS. Para peserta tampak khusyuk mengikuti doa sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa perjuangan Marsinah.

Ketua Umum SPBS Kabupaten Nganjuk, Satriyo Pamungkas, dalam sambutannya menyampaikan orasi yang membakar semangat para peserta. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan Marsinah harus terus hidup dan menjadi inspirasi bagi kaum pekerja saat ini.
“Marsinah mungkin telah dibungkam, tapi hari ini ia bicara lewat kita. Kita adalah api yang diwariskan, api yang mengajarkan bahwa melawan adalah bentuk paling jujur dari mencintai hidup saat tertindas,” tegas Satriyo dalam orasinya.

Orasi tersebut disambut antusias oleh peserta yang hadir, mencerminkan semangat solidaritas dan perjuangan buruh yang masih relevan hingga saat ini. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi berjudul “Aku Marsinah” oleh Bang Jack, yang semakin menambah suasana haru dan reflektif dalam peringatan May Day tersebut.

Sebagai penutup, para peserta melakukan tabur bunga secara bergantian di pusara Marsinah. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat akan pentingnya perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, SPBS Nganjuk berharap nilai-nilai perjuangan Marsinah tetap hidup dan menjadi penggerak bagi buruh untuk terus memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, serta perlindungan hak-hak pekerja di tengah dinamika dunia ketenagakerjaan saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *