Nganjuk–KrisnaNusantara.com., Suasana yang penuh apresiasi menyelimuti Pendopo KRT. Sosrokoesoemo Pemerintah Kabupaten Nganjuk pada Jumat malam (08/05). Sejak pukul 18.30 WIB, ratusan tamu undangan yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, hingga serikat pekerja berkumpul dalam acara Sarasehan dan Malam Penganugerahan Bidang Ketenagakerjaan.
Acara yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk ini menjadi panggung apresiasi bagi para pelaku industri, lembaga non formal dan Serikat pekerja yang dinilai berkontribusi besar terhadap iklim kerja di Bumi Anjuk Ladang.
Menariknya,acara tersebut disambut antusiasme luar biasa saat para penyandang disabilitas dari SLB Shanti Kosala membawakan tari Jaya Stamba dengan sangat apik. Penampilan tersebut memicu tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin, sekaligus menjadi simbol inklusivitas dalam dunia kerja.
Dalam sesi sarasehan, hadir narasumber pakar, Dr. Munawar Daeng Mangagang S, SOS., SH., M.H. Selaku Hakim AD HOC Pengadilan Hubungan Industrial Gresik, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemilik usaha dan pekerja. “Hukum yang baik harus mampu memberikan rasa aman bagi mereka yang berusaha, sekaligus rasa adil bagi mereka yang bekerja,” tegas Dr. Munawar dalam paparannya mengenai harmonisasi hubungan industrial.
Malam penganugerahan ini mencakup berbagai kategori prestisius, mulai dari LKS Bipartit Award, Anugerah Terbesar Kesempatan Kerja Disabilitas, hingga kontributor program BPJS.
Salah satu organisasi yang mencuri perhatian adalah Serikat Pekerja Bersatu Sejahtera (SPBS). Dalam ajang ini, SPBS sukses memboyong dua penghargaan sekaligus, yakni:
1. Anugerah Serikat Pekerja/Serikat Buruh Dengan Jumlah Anggota Terbanyak.
2. Anugerah Kontributor Program Sertakan.
Ketua Umum DPP SPBS, Satriyo Pamungkas, S.Psi, menyatakan bahwa capaian ini merupakan suntikan motivasi bagi organisasinya untuk terus konsisten melakukan edukasi dan advokasi.
“Capaian malam ini adalah motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan roda organisasi. Kami ingin pekerja di Nganjuk lebih melek terkait permasalahan hubungan industrial,” ujar Satriyo. Ia juga menutup pernyataannya dengan apresiasi mendalam bagi seluruh pengurus dan anggota SPBS yang telah berjuang bersama dalam satu barisan SPBS.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan industrial di Kabupaten Nganjuk semakin solid, produktif, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh lapisan baik pekerja maupun masyarakat.
RIO













