PariwisataRagam

Perhelatan Akbar Kenduren Wonosalam 2026 Ditiadakan? Ini  Pernyataan Resminya

×

Perhelatan Akbar Kenduren Wonosalam 2026 Ditiadakan? Ini  Pernyataan Resminya

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 02 20 at 16.00.51

JombangKrisnaNusantara.com Wonosalam simbol kebanggan kabupaten jombang yang terkenal memiliki ribuan pohon durian tumbuh dari warisan yang tak ternilai harganya. Namum, sekarang ini alam di wonosalam menginginkan untuk mengambil jeda sebentar untuk mengumpulkan energi baru.

Pendopo kecamatan Wonosalam mengadakan pertemuan yang berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan pada Selasa siang (18/02/2026). Dihadiri Plt. Kepala Disporapar Hartono, S.Sos., M.M., sekaligus Kepala Bapperida Kabupaten Jombang, menyampaikan Keputusan besar bersama dengan camat wonosalam Yudha Asmara, S.STP., M.E didampingi jajaran Forkopimcam dan seluruh Kepala Desa se Kecamatan Wonosalam, beliau mewakili pemerintahan kabupaten jombang mengumumkan bahwa perhelatan akbar KenDuren Wonosalam 2026 resmi ditiadakan. Tidak lupa pula di umumkan juga di youtube dan media sosial jombangkab.

Keputusan berani ini diambil bukan tanpa adanya pertimbangan yang matang. Perubahan cuaca yang tidak menentu sepanjang tahun sangat berdampak pada petumbuhan dan hasil panen durian wonosalam. Plt. Kepala Disporapar Hartono menjelaskan bahwa durian wonosalam memiliki keterbatasan jumlah buah dan standar kualitas yang belum mencapai level terbaik. Itulah yang menjadi alasan utama dibalik perhelatan akbar KenDuren Wonosalam 2026 resmi ditiadakan.

WhatsApp Image 2026 02 20 at 16.00.51 1

Ujar Hartono Plt. Kepala Disporapar, diambilnya langkah ini bukan hanya untuk menunda agenda semata, tapi untuk mewujudkan komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang demi menjaga marwah Durian Wonosalam ynag sudah dikenal luas memiliki kualitas  premium. Pemerintah Kabupaten Jombang memilih jalan untuk tidak melaksanakan perayaan di tengah masa pemulihan pohon-pohon durian, demi melestarikan pertanian tetap terjada dan terwawat untuk jangka panjang.

“Menjaga marwa Durian Wonosalam jauh lebih penting daripada sekedar perayaan. Kami hanya akan menyuguhkan yang terbaik, atau tidak sama sekali demi menjaga kepercayaan para pengunjung event akbar tahunan  ini,” ujar Hartono

Semangat Wonosalam tidak padam meskipun tahun ini gunungan durian tidak menyapa msyarakat. Tidak ditiadakan KenDuren Wonosalam dianggap sebagai momentum bagi bumi Wonosalam untuk “beristirahat” kembali pulih dan paneh bagus.

“Saya mengajak msyarakat untuk tetap optimis dan mendoakan agar cuaca kembali bersahabat, para petani kita diberikan kekuatan serta kesabaran, dan bumi Wonosalam kembal pulih dengan limpahan berkah-Nyah,” ujar Hartono

Langkah yang kita ambil hari ini adalah investasi untuk masa depan, tambahnya. “Kita tidak sedang menyerah pada keadaan, melainkan sedang bersiap untuk menyambut musim panen yang jauh lebih istimewa. Mari kita jadikan jeda ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, sehingga di tahun mendatang, kita dapat kembali merayakan KenDuren dengan kemeriahan yang lebih megah dan kualitas durian yang luar biasa. Wonosalam akan selalu menjadi rumah yang rindu untuk dikunjungi, mohon doanya,” pungkasnya.

 

shinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *