JOMBANG – KrisnaNusantara.com, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang menggelar rapat konsolidasi yang menghadirkan seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jombang. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Al-Hikam Jatirejo, Kecamatan Diwek, pada Sabtu (4/7/2026).
Konsolidasi organisasi ini dipimpin langsung oleh Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiqi Fakkaruddin Assilahi, atau yang akrab disapa Gus Fiqi. Dalam arahannya, Gus Fiqi menekankan pentingnya loyalitas dan ketangguhan para pengurus di tingkat kecamatan dalam menjalankan roda organisasi.
“Para kader PAC harus benar-benar militan dalam berkhidmat di Ansor. Militansi adalah kunci utama menjaga marwah organisasi dan mengawal para ulama,” tegas Gus Fiqi di hadapan para kader.

Selain penguatan ideologi dan militansi, pertemuan ini juga menjadi ruang evaluasi bagi tata kelola organisasi. Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Yunus, yang turut hadir dalam acara tersebut secara khusus mengupas tuntas berbagai kendala yang kerap dihadapi di tingkat akar rumput, khususnya terkait masalah administrasi di tingkat Pimpinan Ranting (desa).
Melalui sesi ini, diharapkan tertib administrasi dapat terwujud secara merata dari tingkat wilayah hingga ke ranting demi efektivitas gerakan.
Tak hanya soal administrasi, Yunus juga menyampaikan program strategis dari PW GP Ansor Jatim, yakni Agro Innovation Award 2026. Program yang diinisiasi oleh Departemen Pertanian dan Perkebunan PW GP Ansor Jatim ini bertujuan memberikan apresiasi khusus kepada kader GP Ansor yang menjabat sebagai Kepala Desa dan sukses menghadirkan inovasi di sektor agraris serta ekonomi perdesaan.
“Kami ingin kader Ansor yang dipercaya memimpin desa mampu menjadi motor penggerak sektor pertanian. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi sekaligus stimulus agar inovasi di sektor agraris dan ekonomi pedesaan terus tumbuh,” ungkap Yunus.
Tidak hanya fokus pada internal organisasi, GP Ansor Jombang juga mulai membidik kemandirian kader. Dalam kesempatan yang sama, Khoirul Hasyim memaparkan materi strategis mengenai penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ekonomi. Langkah ini dinilai krusial agar para kader Ansor tidak hanya matang secara spiritual dan organisasi, tetapi juga mampu berdaya dan menjadi motor penggerak ekonomi di wilayahnya masing-masing.
Di samping itu, Dr. Joko Prasetyo, S.Sy., S.H., M.H., (Bang Jack) seorang advokat yang juga hadir sebagai kader aktif GP Ansor, memberikan pandangan positifnya. Menurutnya, langkah PC GP Ansor Jombang menyatukan aspek administrasi, ekonomi, dan hukum internal adalah terobosan yang sangat tepat.
“Konsolidasi ini menjadi momentum penting. Penataan administrasi yang tertib adalah cerminan kepatuhan organisasi terhadap sistem hukum internal kita. Sebagai kader sekaligus praktisi hukum, saya melihat militansi tanpa pengelolaan organisasi yang profesional akan pincang. Sinergi antara militansi, tertib administrasi, dan pemberdayaan ekonomi inilah yang akan membuat Ansor Jombang semakin solid dan disegani,” ujar Bang Jack di sela-sela acara.

Melalui konsolidasi ini, PC GP Ansor Jombang optimistis seluruh jajaran pengurus dari tingkat cabang hingga ranting dapat bergerak satu komando untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.






