Kediri – KrisnaNusantara – Pemerintah Kota Kediri, melalui Dinas Pendidikan, berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman untuk mencegah kekerasan dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Kegiatan sosialisasi dan penyusunan program kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dilaksanakan pada Selasa (22/9) di Ruang Kartini Dinas Pendidikan, melibatkan berbagai OPD seperti Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, dan Dispendukcapil.
Kepala Dinas Pendidikan Mandung Sulaksono menyatakan fokus program termasuk pencegahan perundungan di sekolah dan penguatan budaya tertib berlalu lintas bagi siswa. “Setelah program kerja disusun, program akan disosialisasikan kepada kepala sekolah melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD dan SMP, kemudian kepala sekolah menyampaikannya kepada seluruh warga sekolah untuk diterapkan.” Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman akan diterapkan secara bertahap di satuan Pendidikan.
Pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi setiap tiga bulan untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar. Jika ada laporan kasus perundungan atau kekerasan, pihaknya bersama OPD akan memberikan pendampingan sesuai permasalahan.
Peserta diberikan materi mengenai kebijakan dan penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, serta tantangan pembentukan karakter siswa, seperti narkoba, kecanduan gawai, judi online, gangguan mental, dan pornografi.
Disampaikan pula tentang pilar Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, perlindungan peserta didik, serta pentingnya kolaborasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Mandung berharap Budaya Sekolah Aman dan Nyaman menjadi bagian dari kebiasaan positif di seluruh pendidikan di Kota Kediri. Melalui program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, diharapkan siswa merasa aman dan nyaman di sekolah sebagai tempat yang mendukung pengembangan potensi mereka. Sekolah juga diharapkan menjadi rumah kedua bagi siswa.








