Relawan LSM CBN Nganjuk bergerak untuk masyarakat untuk yang kesekian kalinya dan saat ini memperjuangkan janda 3 anak penderita tumor payudara di Kertosono untuk mendapat penanganan medis.
Kisah pilu datang dari Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono. Ibu Septiani (35), seorang janda yang menjadi tulang punggung bagi tiga orang anaknya yang masih kecil, kini hanya bisa terbaring lemah akibat mengidap tumor payudara ganas yang kian membesar.

Kondisi kesehatan Septiani kian memprihatinkan dalam beberapa bulan terakhir. Benjolan kecil yang mulai dirasakan sejak Februari lalu mendadak membesar hingga berukuran hampir sebesar tabung gas 3 kilogram. Selain rasa nyeri yang hebat, kondisi ini juga memicu sesak napas dan lemas yang drastis, sehingga memerlukan tindakan medis darurat.

Sebelumnya, penanganan medis terhambat karena pasien kerap kali hanya mendapatkan tindakan observasi saat mendatangi IGD di beberapa rumah sakit setempat. Melihat kondisi yang kian kritis, Ketua RW 06 Kelurahan Banaran, Ibu Dewi, beserta warga sekitar berinisiatif meminta bantuan kepada lembaga sosial setempat.
Merespons aduan tersebut, relawan aktivis sosial dari LSM Cakra Baskara Nusantara (CBN), Yonnik dan Nyi Ageng, langsung bergerak cepat melakukan pendampingan dan koordinasi lintas sektor.
“Kami bergerak cepat mencari solusi penanganan medis. Kami mengadukan kondisi Ibu Septiani secara langsung kepada Bupati Nganjuk, Bapak Marhaen, agar pasien bisa mendapatkan fasilitas perawatan memadai di RSUD Nganjuk,” ujar Yonnik.
Sinyal positif langsung didapatkan setelah Bupati Nganjuk menginstruksikan pihak RSUD Nganjuk untuk segera mengondisikan penanganan pasien. Kendala transportasi medis yang sempat terjadi di tingkat kelurahan pun teratasi berkat respons cepat Kepala Puskesmas Kertosono, dr. Dilla, dan Kepala Bidan, Ibu Daim, yang memfasilitasi armada ambulans gratis menuju rumah sakit rujukan.
Setibanya di IGD RSUD Nganjuk, tim relawan sempat berkoordinasi intensif dengan dokter jaga agar pasien mendapatkan perawatan rawat inap (opname) dan tidak sekadar observasi rawat jalan, mengingat kondisinya yang darurat. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada dan laboratorium, pihak rumah sakit akhirnya memutuskan agar Ibu Septiani menjalani rawat inap intensif.
Saat ini, Ibu Septiani telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Meski demikian, beban berat masih membayangi keluarga tersebut. Sebagai tunggal pemenuh kebutuhan keluarga, kondisi Septiani yang terbaring sakit membuat pemenuhan kebutuhan harian ketiga anaknya yang masih kecil menjadi terhenti.
Masyarakat dan relawan membuka uluran tangan serta kepedulian dari para dermawan yang ingin menyalurkan bantuan donasi untuk kelangsungan hidup anak-anak Ibu Septiani. Bantuan dapat disalurkan secara langsung melalui pengurus lingkungan setempat di Jalan Dokter Sutomo RW 06, Kelurahan Banaran, Kertosono.
(ded)









