KesehatanPendidikan & BudayaPolitik & Pemerintahan

Jombang Dapatkan Apresiasi dari BGN dalam Menerapkan Program Makan Bergizi Gratis

×

Jombang Dapatkan Apresiasi dari BGN dalam Menerapkan Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
c9GrHPHanYYlCZeggZ9TEjNciVHQliaLwOCmNRau

JombangKrisnaNusantara.com, Pada Senin (24/22/2025) pagi, Jombang mendapatkan pujian signifikan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jombang dinilai dapat menjalankan program pemerintah ini dengan baik, terutama dalam hal komitmen mitra pelaksana, kepatuhan terhadap standar kebersihan, dan mitigasi risiko kesehatan.

Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, sanpaikan penilaian positif ini usai menggelar sosialisasi dan evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Satuan Pelayanan, Mitra, dan Koordinator Wilayah setempat di Jombang yang bertempat di Ballroom hotel Yusro lalu siangnya dilanjutkan dengan menyerahkan Becak Listrik di Pendopo Kabupaten Jombang.

Wakil Kepala BGN secara spesifik menyoroti keberhasilan Jombang dalam meminimalkan insiden kesehatan. “Jombang bagus banget, banyak doa kali ya, Alhamdulillah di Jombang tidak terjadi apa-apa,” ujar Nanik, sambil memuji komitmen mitra pelaksana dan kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.

Kini Jombang menunjukkan capaian menonjol dibandingkan dengan daerah lain. Dari kuota BGN sebanyak 133 titik SPPG, Jombang telah mengisi 77 titik, dengan 38 titik di antaranya sudah operasional.

Dari 38 titik yang beroperasi, sebanyak 23 titik telah mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Angka ini melampaui 50 persen dari titik operasional.

mWmkvn8gLSXXwCG3JsCEXincGJYpQhuckMjLqMfn scaled

“Sudah di atas 50 persen, Jombang keren loh di atas 50 persen SLHS-nya,” tegas Nanik, menyoroti kuatnya dukungan mitra dan kesiapan pelaksana di lapangan.

Nanik Sudaryati menegaskan bahwasanya keberhasilan program MBG sangat ditentukan oleh keselarasan antara instansi, mengingat program ini melibatkan setidaknya 17 kementerian/lembaga. Beliau mengingatkan kembali bahwa orkestrasi di lapangan akan dipimpin sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) melalui satuan tugas (satgas) khusus.

Beliau juga mempertegas akan pentingnya koordinasi berlapis dari Koordinator Wilayah (Korwil), Koordinator Kecamatan (Korcam), hingga Pemda untuk menjamin pembangunan dapur atau SPPG berjalan sesuai rencana dan sepengetahuan Pemda.

“Semua harus bergerak bersama. Dinkes, Puskesmas, BPOM, aparat kecamatan, hingga unsur keamanan,” jelasnya.

Sebab mitigasi risiko keamanan pangan seperti keracunan makanan tidak bisa ditangani oleh satu pihak.

Nanik Sudaryati memberikan pesan kepada Forkopimda Jombang, termasuk saat bertemu Salmanudin Wakil Bupati Jombang, untuk turut aktif memantau terus dapur SPPG guna memastikan kepatuhan terhadap petunjuk teknis.

“Jombang luar biasa. Tidak ada keracunan, keren Jombang, Forkopimda kalau malam tolong juga ngecek di dapur, agar mereka yang bekerja menjalankan juknis dengan baik,” pesan Nanik S Deyang.

Nanik juga mengigatkan pentingnya antisipasi lintas instansi, terkait juga ketersediaan bahan baku, bahkan beliau menganjurkan untuk semangat beternak dan bertanam sayur guna menjaga pasokan.

tQ8ulwMFousO5GXJ3JJ4QCHZxSpmikmwKs9NfVw4 scaled

Turut hadir pada acara evaluasi ini jajaran Forkopimda Jombang, termasuk Sekda Kabupaten Jombang Agus Purnomo, Dandim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, Kabaglog Polres Jombang Kompol Darmaji, serta perwakilan BGN, Brigjend TNI Albertus Dony Dewantoro selaku Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, dan Enny Indarti selaku Direktur Sistem Pemenuhan Gizi.

Rencana dari BGN untuk selanjutnya yaitu membentuk Kantor-Kantor Koordinasi di setiap daerah pada tahun 2026 sebagai pusat penyelarasan kebijakan MBG, serta integrasi struktur Korwil dan Korcam.

 

 

 

fer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *