PeristiwaUncategorized

Konser Dialog cinta vol 3 Jombang Picu Protes Pedagang, Akses Terblokir dan Kompensasi Tidak merata?

×

Konser Dialog cinta vol 3 Jombang Picu Protes Pedagang, Akses Terblokir dan Kompensasi Tidak merata?

Sebarkan artikel ini
IMG 20250719 WA0056

JOMBANG, KrisnaNusantara.com – MENDADAK! Sejumlah pedagang di Pujasera Stadion Jombang melayangkan protes keras terkait dampak pemasangan pagar parkir untuk konser musik bertajuk Dialog Cinta Festival Vol 3, yang akan digelar di Stadion Merdeka Kabupaten Jombang selama dua hari, Mulai Sabtu dan Minggu 19 Juli sampai 20 Juli 2025.

kebijakan sterilisasi area oleh pihak penyelenggara bersama petugas keamanan demi kelancaran acara yang menghadirkan musisi papan atas seperti Dewa 19, NDX AKA, Nidji, Vierratale, Dere, hingga Hadad Alwi menyisakan kisah keluh kesah penjual makanan kios seputaran Barat sampai sisi Selatan stadion Jombang.

IMG 20250719 WA0055
Lokasi pagar konser Dialog cinta vol 3 depan kios jualan

Pagar yang didirikan terlalu mepet dengan kios disebut telah secara drastis menghambat akses pembeli dan memicu kerugian signifikan, sementara kebijakan kompensasi dari penyelenggara dinilai sangat tidak merata dan menimbulkan kecurigaan, Semua itu tanpa adanya sosialisasi ke paguyuban Kios jualan area stadion Jombang.

Khusnul, seorang pedagang soto di ujung selatan stadion, mengungkapkan penurunan drastis pembeli akibat pagar yang menutup akses dan area parkir.

” Dulu tidak ada pagarnya, pembeli masih lancar. Sekarang sepi pembeli sebab tidak ada tempat parkir dan sulit berjalan menuju warung,” keluh sedih khusnul pada Jumat (18/7).

Senada, Muhammad Afandi, pemilik warkop sekaligus Ketua Paguyuban PKL Angkringan, menyatakan beberapa pedagang merasa sangat dirugikan.

“Ada dua pedagang yang mengeluh karena diminta menutup, dan yang satunya lagi mengeluh dengan adanya pagar tersebut. Padahal momen konser seperti ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan lebih,” ujar Afandi.
Ia sangat menyayangkan penempatan pagar yang menghalangi seluruh tampilan depan kiosnya dan kios lain.

Lebih lanjut, Afandi mempertanyakan kebijakan penyelenggara yang meminta pedagang di ruko Pujasera tutup mulai Kamis hingga Senin tanpa kompensasi yang adil. “Kalau memang harus tutup harusnya diberi kompensasi secara merata, kami tidak masalah. Tapi ini kompensasinya diberikan secara tidak merata,” tegasnya.

IMG 20250719 WA0057

“Mosok duit sewane iku gak cukup digae kompensasi nang kios-kios pedagang, (masak uang sewanya itu tidak cukup dibuat memberi kompensasi kepada pedagang yang di kios), Kita jualan di kios tersebut itu juga menyewa dan membayar ke dinas terkait, dengan ini saya mewakili pedagang dikios lingkup stadion yang belum menerima kompensasi, kami harap agar dinas terkait menyampaikan kompensasi kepada yang berhak” tambahnya Tegas Afandi.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang, Bambang Nurwijanto, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan panitia penyelenggara konser. “Kami akan koordinasikan dengan penyelenggara,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi pada Jumat (18/7/2025).

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada pihak penyelenggara konser masih terus dilakukan oleh wartawan untuk mendapatkan klarifikasi atas kebijakan kontroversial ini. (JF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *