Asal UsulReligiSejarah

Seabad Nahdlatul Ulama: Menjaga Tradisi, Merawat Persatuan Bangsa

×

Seabad Nahdlatul Ulama: Menjaga Tradisi, Merawat Persatuan Bangsa

Sebarkan artikel ini
seabad NU

KrisnaNusantara.com      Nahdlatul Ulama (NU) telah memasuki usia satu abad sebagai organisasi keagamaan yang memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Indonesia. Didirikan pada 31 Januari 1926, NU tumbuh dan berkembang tidak hanya sebagai organisasi keislaman, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan, budaya, dan persatuan. Peringatan seabad NU menjadi momentum refleksi atas kiprah panjang organisasi ini dalam merawat Islam yang moderat serta kontribusinya bagi kehidupan sosial masyarakat.

Link download logo harlah NU 2026 format PNG PDF PSD gratis untuk persiapan poster Harlah 1 Abad NU tahun 2026 versi masehi lengkap.poster Harlah 1 Abad NU tahun 2026 versi masehi

Nahdlatul Ulama didirikan oleh para ulama pesantren, dengan tokoh sentral KH. Hasyim Asy’ari, sebagai respons atas kebutuhan umat Islam dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di tengah perubahan zaman. Sejak awal berdirinya, NU menempatkan diri sebagai organisasi yang berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren dan kearifan lokal.

Keberadaan NU menjadi wadah perjuangan ulama dalam membimbing umat, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan.

Dalam satu abad perjalanannya, NU dikenal sebagai penjaga Islam yang ramah, toleran, dan moderat. NU mengajarkan pentingnya keseimbangan antara tradisi dan modernitas, antara ibadah ritual dan kepedulian sosial.

Melalui pesantren, majelis taklim, dan organisasi otonomnya, NU berperan aktif dalam mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan berwawasan kebangsaan.

NU tidak hanya berkiprah di ranah keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada tahun 1945 menjadi salah satu bukti nyata peran NU dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hingga kini, NU terus berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan UUD 1945 sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan seabad NU menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga nilai toleransi, persatuan, dan moderasi beragama. NU mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama.

Generasi muda diharapkan dapat melanjutkan estafet perjuangan NU dengan cara-cara yang relevan dengan zaman, namun tetap berpegang pada nilai luhur yang telah diwariskan para pendiri.

Satu abad perjalanan Nahdlatul Ulama merupakan bukti ketangguhan organisasi ini dalam menghadapi berbagai dinamika zaman. Dengan tetap berpijak pada tradisi dan terbuka terhadap perubahan, NU terus berperan sebagai penjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Peringatan seabad NU bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam merawat persatuan, menjaga tradisi, dan menatap masa depan bangsa dengan penuh optimisme.

Screenshot 20200131 0924522

 

 

 

.(nath)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *