Asal UsulPendidikan & BudayaReligi

Dari Komite Hijaz hingga Lahirnya Nahdlatul Ulama

×

Dari Komite Hijaz hingga Lahirnya Nahdlatul Ulama

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 01 20 at 16.12.45 2

WhatsApp Image 2026 01 20 at 16.12.45 2krisnaNusantara.com     Perubahan besar di Tanah Suci pada awal 1920-an menjadi titik balik penting dalam sejarah ulama Nusantara. Kegelisahan terhadap nasib tradisi keagamaan di Makkah dan Madinah mendorong ulama pesantren untuk bergerak lebih terorganisir.

Ketika Dinasti Saud yang berpaham Wahabi menguasai Hijaz, berbagai praktik keagamaan tradisional dibatasi. Kabar ini mengguncang umat Islam Nusantara yang mayoritas bermazhab Syafi’i.

Sebagai respons, para ulama membentuk Komite Hijaz, yang bertugas mengirim delegasi ke Arab Saudi untuk memperjuangkan kebebasan bermadzhab. Keberhasilan diplomasi ini menumbuhkan keyakinan bahwa perjuangan ulama membutuhkan organisasi permanen.

Dalam proses konsolidasi tersebut, KH. Hasyim Asy’ari dari Pesantren Tebuireng Jombang tampil sebagai figur sentral. Bersama KH. Wahab Hasbullah dan ulama lainnya, beliau memimpin lahirnya organisasi besar yang menaungi kepentingan umat.

Pada 31 Januari 1926, Nahdlatul Ulama resmi didirikan sebagai wadah kebangkitan ulama pesantren dengan komitmen pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan sikap moderat.

Lahirnya Nahdlatul Ulama merupakan puncak dari perjalanan panjang ulama Nusantara. Dari kegelisahan, diplomasi, hingga konsolidasi, NU hadir sebagai penjaga tradisi, persatuan, dan masa depan Islam Nusantara.

(dilansir dari berbagai sumber)

 

 

(nath)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *