Jombang-KrisnaNusantara.com., – Ratusan personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) memadati halaman Kantor Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, pada Jumat (08/05/2026). Kehadiran mereka dalam rangka mengikuti Gelar Pasukan Apel Akbar peringatan Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-92 sekaligus Pembukaan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) angkatan ke-61 tingkat Jawa Timur.
Acara yang dimulai tepat pukul 14.00 WIB ini berlangsung khidmat dengan kehadiran Bupati Jombang, Warsubi. Dalam sambutannya, Bupati Warsubi memberikan apresiasi tinggi terhadap peran nyata Banser di tengah-tengah masyarakat Jombang selama ini.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan totalitas Banser Jombang dalam berkhidmat. Banser bukan sekadar organisasi kepemudaan, tetapi mitra strategis pemerintah yang selalu hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan, membantu kegiatan sosial, sigap dalam kebencanaan, hingga menyukseskan berbagai agenda kemasyarakatan lainnya,” ujar Bupati Warsubi disambut tepuk tangan peserta apel.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Pembina Ansor Jombang, KH. Drs. Basyarudin Saleh, dalam amanatnya menekankan pentingnya penguatan kaderisasi melalui Susbalan. Beliau menegaskan bahwa Banser harus terus meningkatkan kapasitas diri agar manfaatnya semakin dirasakan oleh umat dan bangsa.
“Susbalan ini adalah tempat pembentukan karakter bagi kader Banser untuk naik kelas, baik dari sisi kepemimpinan maupun teknis lapangan. Di usia Ansor yang ke-92 ini, kita harus membuktikan bahwa Banser tetap tegak lurus satu komando, menjaga ulama, dan membentengi NKRI,” tegas KH. Basyarudin Saleh.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang, Gus Fiqi, dalam sambutannya menekankan aspek penguatan organisasi. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kader adalah harga mati bagi keberlangsungan gerakan.

“Kaderisasi melalui Susbalan ini menjadi langkah penting dalam mencetak kader Banser yang militan, profesional, dan memiliki disiplin tinggi. Kami ingin memastikan bahwa setiap personil siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI serta selalu sigap dalam melayani masyarakat kapanpun dibutuhkan,” tegas Gus Fiqi.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Joko Prasetyo, S.Sy., S.H., M.H., atau yang akrab disapa Bang Jack, salah satu kader Ansor yang turut hadir, memberikan pandangannya mengenai relevansi Banser di era modern. Sebagai kader yang juga berlatar belakang akademisi dan praktisi hukum, Bang Jack menekankan pentingnya kader berintelektual.

“Momentum Harlah ke-92 dan Susbalan 61 ini adalah bukti bahwa Banser tidak pernah berhenti bertransformasi. Kader Banser saat ini harus memiliki ‘paket lengkap’, tidak hanya tangguh secara fisik di lapangan, tetapi juga harus kuat secara intelektual dan paham hukum,” ujar Bang Jack.
Disamping itu, ia menambahkan bahwa pengabdian Banser adalah bentuk ibadah sosial yang nyata.
“Kami sebagai kader siap mengawal marwah organisasi dan mendukung penuh pembangunan di Jombang di bawah sinergi yang harmonis dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Bandarkedungmulyo, para Kepala Desa se-Kecamatan Bandarkedungmulyo, serta tokoh agama setempat.
Red













