Nganjuk, PING – KrisnaNusantara – Pemerintah terus memperkuat pemberantasan narkoba, termasuk di Nganjuk. Badan Narkotika Nasional (BNN) Nganjuk fokus pada pencegahan narkoba di kalangan anak muda yang rentan.
Langkah ini diambil karena generasi muda diproyeksikan sebagai Generasi Emas 2045 dan penerus perjuangan bangsa, sehingga perlindungan mereka dari narkoba menjadi prioritas utama.
Penyuluh Narkoba BNN Nganjuk, Dida Prayojana Mahardika, ST, menyebut ancaman narkoba sebagai serangan serius terhadap masa depan bangsa, mengingat misi mencetak Generasi Emas 2045.”Ada pihak yang tidak menginginkan gerakan ini,” ujarnya dalam dialog interaktif “SANKSI” di youtube RRI Madiun, Rabu (21/01/2026).
Menurut BNN 2025, 2,1% penduduk Indonesia, sekitar 4 juta jiwa, terpapar narkoba, terutama dari kelompok usia 15–49 tahun.
BNN Kabupaten Nganjuk menanggapi kondisi tersebut dengan penyuluhan di sekolah, perguruan tinggi, dan sosialisasi ke masyarakat di tingkat desa.
BNN memiliki tiga tugas utama: pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi pengguna narkoba, serta pemberantasan peredaran narkotika.
BNN membentuk satgas anti narkotika bersama BNN Provinsi Jawa Timur di daerah tanpa BNN dan mengimbau masyarakat untuk mengenali ciri-ciri otomotif sejak dini.
Menurutnya, tanda-tanda pengguna narkoba terlihat jelas dalam beberapa tahapan, “Pada tahap coba pakai, seseorang masih terlihat normal, Pada tahap teratur, mulai muncul gangguan psikologis seperti perubahan dari ceria menjadi murung. Di tahap candu, kondisi psikologis dan fisik sangat terpengaruh, terlihat dari mata cekung, bola mata menonjol, dan penurunan berat badan, ujar Dida.
BNN Kabupaten Nganjuk mengajak masyarakat untuk aktif dalam mencegah narkoba demi melindungi generasi muda dan masa depan bangsa.







