Pekalongan – KrisnaNusantara – Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan mencatat 1.500 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian akibat bencana banjir dan mulai jenuh ingin segera kembali ke rumah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, menyatakan bahwa para pengungsi dari desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo, dan daerah terdampak lainnya belum aman untuk kembali. Pihaknya terus menangani pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
“Dapur Umum Dinas Sosial masih menyalurkan nasi bungkus tiga kali sehari untuk pengungsi yang belum bisa kembali ke rumah. Selain itu, Dinsos bersama instansi terkait terus memberikan bantuan logistik seperti pangan, air bersih, selimut, dan kebutuhan khusus bagi balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya.”
Layanan dapur umum masih beroperasi untuk menyediakan makanan bagi pengungsi.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dengan BPBD, tenaga kesehatan, dan relawan untuk memantau kesehatan pengungsi dan mencegah penyakit pascabencana.
“Kami memastikan pengungsi mendapatkan pelayanan kesehatan rutin,” tambahnya.
Banyak pengungsi berharap kondisi segera membaik agar bisa kembali ke rumah. Banjir di dalam rumah masih setinggi lutut, sementara di jalan desa setinggi paha.
“Makanan dan bantuan di pengungsian Kopindo cukup, tapi kami kesulitan dengan toilet umum dan terpaksa numpang ke masjid dan rumah warga,” kata Tuti Alawiyah, Warga Desa Mulyorejo.
Dinsos Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas, serta memastikan bahwa pemerintah akan terus memberikan pendampingan hingga situasi pulih.










