Jombang, Krisna Nusantara.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang berhasil meraih penghargaan kategori Pemulihan Ekosistem dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan ini diserahkan dalam acara “Sinergi Rimbawan Dalam Rangka Pemulihan Ekosistem Dan Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat Kehutanan Jawa Timur” yang berlangsung di Bukit Kayoe Putih, Mojokerto.
Meskipun Bupati Jombang, Warsubi, berhalangan hadir, penghargaan tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo S.H., M.Si. Bupati Warsubi menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh pihak serta masyarakat yang telah berkontribusi. “Pemulihan ekosistem bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan demi keberlangsungan hidup,” tegas Warsubi, menekankan komitmennya untuk menghentikan kerusakan alam dan memulihkan hutan, sungai, mata air, serta bentang alam yang rusak.

Komitmen Pemkab Jombang ini ditunjukkan melalui berbagai regulasi daerah, seperti Perda tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, Perlindungan Mata Air, serta Perlindungan Tumbuhan dan Satwa. Selain itu, anggaran signifikan dialokasikan, dengan lebih dari Rp800 juta untuk Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan lebih dari Rp3 miliar untuk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati pada tahun 2024.
Berbagai inovasi dan program partisipatif juga menjadi kunci keberhasilan, termasuk Ekowisata Wonosalam Permata Hati, Permata Segunung, POKDARSI (Kelompok Sadar Konservasi), Program P3 Terpadu (Limbah B3), hingga pengembangan RDF (Refuse Derived Fuel) dari sampah. Pelibatan masyarakat sangat masif melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) dan penyuluh kehutanan, serta menghormati kearifan lokal seperti Ruwatan sumber mata air dan Budaya Tumpak Tandur Bumi Wono-Ndadari.
Penghargaan ini menambah daftar panjang prestasi Jombang dalam pelestarian lingkungan, termasuk Juara 1 Lomba Wana Lestari Nasional 2022, masuk Top 45 KIPP 2023, Penghargaan Proklim Utama 2023, dan Adipura 2024. Melalui inovasi dan partisipasi aktif masyarakat, Pemkab Jombang terus berupaya membangun kesadaran kolektif untuk keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang. ( JF )













