Nganjuk–KrisnaNusantara.com, Terkait berita viral yang diunggah oleh akun tiktok @budisantoso7797, komisi IV DPRD Kab. Nganjuk mengelar RDP Pada 17/06/2025. Namun rapat tersebut belum membuahkan hasil maksimal, karena sebagian besar anggota dewan berhalangan hadir dalam acara rapat tersebut.
Saat ditemui awak media Krisna Nusantara seusai rapat tertutup tersebut, Ketua Umum SPBS Satriyo Pamungkas, S.Psi menjelaskan bahwa, dirinya sangat menyayangkan viralnya permasalahan itu, “Saya menyayangkan viralnya video tersebut, apalagi dalam rekaman video terjadi didalam perusahaan bukan diruang publik. Menurut saya, seharusnya pengungah video dapat melakukan upaya upaya penyelesaian yang mengedepankan kondusifitas, misalkan meminta klarifikasi sehingga konteks masalah dapat dilihat secara utuh untuk kemudian dicari solusinya. masih banyak ruang-ruang diskusi maupun komunikasi yang bisa dilakukan dalam menyikapi berbagai hal yg dianggap salah atau kurang baik dalam video itu kepada pihak managemen perusahaan. bukan malah memotong video tersebut yang seolah-olah terjadi suatu dugaan intimidasi dan arogansi. Selain menjadi viral dan membuat gaduh, ini bisa berimbas pada munculnya masalah baru yang lebih serius, salah satunya adalah mengganggu iklim investasi di Kabupaten Nganjuk” jelas Satriyo pamingkas.
Sementara itu, Menanggapi masalah tersebut, Ketua Divisi Hukum SPBS Dr. Joko Prasetyo, S Sy, SH, MH,. berharap agar semua pihak dapat melihat masalah ini secara utuh dan kemudian menyikapinya secara bijak. perlu diingat dampak dari permasalahan ini bisa saja mengancam kepentingan masyarakat yang lebih luas. “apalagi sekarang masalah ini sudah masuk keranah hukum, saya harap APH dapat bertindak cepat dan profesional supaya azas kepastian hukum dapat ditegakkan, dan juga sekaligus memberi pencerahan duduk permasalahan ini secara gamblang dan terang benerang. Kasihan masyarakat, disaat hantaman ekonomi dan berbagai hal buruk dan pelik sekarang ini akibat resesi ekonomi global dewasa ini, masih harus disuguhi pertarungan opini, asumsi yang malah berpotensi memecah belah persatuan dan mengancam stabilitas kamtibmas.” jelas bang Jack, sapaan akrab Joko Prasetyo.

Masih lanjut bang Jack, dalam semua konteks permasalahan, menurut saya, Kita semua harus bisa bijak dan dewasa dalam melihat dan menyikapi. jangan sampai unsur sentimen ikut berperan, apalagi dengan manuver manuver dan berbagai motif penuh kepentingan terselubung yang mengatas namakan membela kebenaran, memperjuangkan hak hak dan lain sebagainya yang dibungkus manis oleh kemunafikan, yang ujung ujungnya adalah kepentingan kelempok tertentu dan juga berdampak pembodohan publik. iya betul ini iklim demokrasi, tetapi demokrasi tanpa kewarasan penalaran juga bisa menjerumuskan. kita harus ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, itu salah satu amanah UUD kita. Tegas bang jack mengakhiri wawancaranya.
(Rio)













