Travel & Kuliner

Pertapaan Sedepok Nganjuk, Wisata Religi Sakral di Lereng Gunung Wilis yang Masih Alami

×

Pertapaan Sedepok Nganjuk, Wisata Religi Sakral di Lereng Gunung Wilis yang Masih Alami

Sebarkan artikel ini
pertapaan sedepok nganjuk
Lokasi pertapaan Sedepok, di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

NGANJUK, KrisnaNusantara.com – Bagi siapa pun yang mendengar nama Kabupaten Nganjuk, bisa dipastikan bakal tertuju dengan istilah Kota Angin. Kalau tempat wisatanya, adalah Air Terjun Sedudo.

Ya, keduanya memang menjadi ikon yang begitu melekat di dalam benak masyarakat, baik warga Nganjuk sendiri maupun warga luar Nganjuk.

Terlebih, kawasan lereng Gunung Wilis memiliki pesona alam yang ciamik nan memukau. Dengan kata lain, nggak rugi berwisata dan menghabiskan waktu libur di kawasan pengunungan Wilis.

Bila membahas Air Terjun Sedudo, tentunya tertuju pada letaknya yang berada di kawasan pengunungan Wilis. Selain itu, juga pada tradisi upacara Parna Prahista atau mandi Sedudo yang dihelat setiap malam pergantian tahun Jawa dan Islam, yakni Suro dan Muharram.

Baca juga: 6 Objek Wisata di Kawasan Lereng Pegunungan Wilis Nganjuk, Berlibur Yuk!

Tradisi atau budaya masyarakat yang hingga kini masih lestari, tampaknya tak hanya berlangsung di wisata Air Terjun Sedudo. Beberapa lokasi lain di kawasan Gunung Wilis, juga demikian. Bahkan, ada juga beberapa tempat yang dianggap regilius dan disakralkan.

Salah satunya, adalah pertapaan Sedepok. Letaknya, masih berada di kawasan pegunungan Wilis. Tepatnya, berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Bagi pecinta wisata religi, pasti sudah tidak asing mendengar nama Sedepok. Suka dan duka, tentunya sudah pernah dirasakan. Namun, bagi yang belum tau dan pingin ke sana, harus lebih dulu mempersiapkan fisik Anda.

Karena, untuk menuju ke Pertapaan Sedepok, harus ditempuh dengan jalan kaki sejauh sekitar 2 kilometer atau butuh waktu 1,5 jam. Lebih lagi, medan yang dilalui, cukup menanjak.

Dan tentunya, Anda akan merasakan capek, lelah, dan butuh meregangkan otot-otot ketika sampai di sana. Tenang saja, di pertapaan Sedepok, tersedia beberapa pemondokan untuk Anda yang pingin istirahat.

Bahkan, pengunjung juga diperbolehkan menginap di sana. Namun, Anda jangan berharap lebih soal fasilitas, karena pemondokan itu bukanlah hotel yang menyediakan fasilitas apik nan lengkap. Pemondokan yang tersedia di sana, cukup sederhana.

Meski cukup sederhana, sensasi kesejukan udara khas pegunungan, tak bisa dibandingkan dengan kondisi di bawah pengunungan. Yang pasti, tak ada lawan. Benar-benar masih alami.

Dari atas pertapaan Sedepok, Anda bisa menikmati indahnya puncak gunung Wilis. Dan di bagian kanan dan kiri bukitnya, terdapat air terjun yang memukau.

Sedangkan rute untuk ke tempat wisata religi pertapaan Sedepok, bisa melalui jalur menuju wisata Air Terjun Singokromo, karena lokasi wisata Religi Pertapaan sedepok ini berada di atas Air Terjun Singokromo dan Sendang Putri Wilis.

Begitu sampai di lokasi wisata Air Terjun Singokromo, Anda harus memarkir sepeda motor yang Anda tunggani. Dari lokasi parkir inilah, kalian nantinya berjalan kaki sejauh 2 kilometer-an menuju lokasi pertapaan.

Jika sampai di parkiran, kalian terasa lelah dan lapar, beristirahatlah di kawasan tempat wisata Air Terjun Singokromo. Di situ, juga terdapat warung yang siap melayani keresahan perut kalian.

Wisata religi petapaan Sedepok, ramai dikunjungi pengunjung maupun peziarah pada bulan Syuro, mulai awal hingga akhir bulan. Mereka datang dari berbagai kalangan, berbagai gender, dan kebanyakan dari luar Nganjuk.

Perlu diingat-ingat ya, bila berkunjung ke pertapaan Sedepok, jagalah sikap dan tingkah laku. Karena pertapaan Sedepok ini, bukan tempat rekreasi, tapi merupakan wisata religi.

Selain itu, jangan buang sampah sembarangan. Ini dalam rangka menjaga kelestarian alam. Dan satu lagi, persiapkan fisik Anda dan bekal yang cukup untuk ke pertapaan Sedepok. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *